Beranda / Berita / Moderasi Beragama Harus Terus Ditingkatkan Untuk Lawan Ekstremisme

Moderasi Beragama Harus Terus Ditingkatkan Untuk Lawan Ekstremisme

Tangerang Selatan – Moderasi beragama harus terus digelorakan untuk melawan penyebaran ekstremisme. Pasalnya, Moderasi beragama tidak memisahkan antara paham keagamaan dan konteks sosial historis tempat tinggal masyarakatnya sehingga keduanya bisa saling berintegrasi.

“Keislaman kita itu tidak perlu dipertentangkan dengan keindonesiaan,” kata Azyumardi Azra, guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat dalam Talkshow Ramadhan dengan tema Masa Depan Moderatisme Islam di Masjid Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/5/2019).

Menurut Azyumardi, Indonesia tidak sama dengan negara-negara lainnya yang memposisikan perempuan sebagai warga kelas dua. Ia menceritakan pengalamannya mengantar Pangeran Charles ke Masjid Istiqlal. Menurutnya, putra Ratu Elizabeth itu kaget melihat perempuan memiliki tempat yang sama di dalam masjid tersebut.

Bahkan, lanjut Azyumardi, pembacaan Al-Qur’an tadi dilantunkan oleh qariah, seorang mahasiswi. Hal tersebut tidak ada di negara-negara Arab. “Di negara Arab tidak boleh qariah baca Qur’an (di depan umum), karena suara perempuan dianggap aurat,” ujarnya dikutip dari laman nu.or.id.

Baca juga : Pejabat Kampus Harus Berani Ambil Sikap Antisipasi Islam Eksklusif Transnasional

Azyumardi juga menjelaskan bahwa pelaksanaan agama di Indonesia ini didasarkan atas kesukarelaan. Muslimah Indonesia mengenakan kerudung bukan atas paksaan, tetapi kesukarelaan. Mereka, katanya, berjalan-jalan di berbagai belahan dunia juga tetap mengenakannya. Sementara Muslimah Arab, lanjutnya, mengenakan penutup kepala karena keterpaksaan sehingga ketika tiba di pesawat, misalnya, mereka sudah melepasnya.

“Kesukarelaan dalam melaksanakan agama ini sangat penting. Karena merasa terpaksa, pengamalan agamanya tidak asli karena terpaksa-paksa,” pungkasnya.

Diskusi ini juga diisi oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Burhanuddin Umar Lubis dan dewan penasehat Center for Study or Religion and Culture (CSRC) Irfan Abu Bakar.

Tentang HP HP

Baca Juga

China Klaim Capai Kesepakatan Anti Terorisme dengan PBB

Jakarta – China mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan PBB terkait kerangka anti terorisme. Kementerian Luar …