Militer Nigeria Klaim Tewaskan 70 Teroris Terafiliasi ISIS

Abuja – Angkatan Udara Nigeria mengaku telah membunuh lebih dari 70 militan terafiliasi kelompok ISIS di wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Niger pada Sabtu, 16 April. Pesawat dari Nigeria dan Niger ikut serta dalam operasi tersebut, yang difokuskan di area bernama Lake Chad.

Selama ini, Lake Chad dikenal sebagai basis operasi dari ISIS Provinsi Afrika Barat atau ISWAP, sebuah grup ekstremis yang aktif beroperasi sejak 2016. Boko Haram, kelompok terafiliasi ISIS lainnya, juga aktif beroperasi di Nigeria sejak lama.

Boko Haram dan ISWAP telah membunuh lebih dari 40 ribu orang di Nigeria dalam satu dekade terakhir. Sekitar dua juta warga Nigeria juga terpaksa melarikan diri dari tempat tinggal mereka demi menghindari aksi kekerasan kedua grup tersebut.

“Misi yang dilakukan di sejumlah lokasi mencurigakan pada 13 April 2022 telah menemukan kelompok teroris dalam jumlah besar. Kemungkinan mereka semua sedang berkumpul di kamp logistik,” kata juru bicara Angkatan Udara Nigeria Edward Gabkwet, dilansir dari Al Arabiya, Minggu, 17 April 2022.

Satu hari setelahnya, serangan udara pun dilakukan di Tumbun Rego dan sebuah kamp pelatihan di dekatnya. Operasi tersebut melibatkan pesawat dari Nigeria dan Niger.

“Lebih dari 70 teroris ISWAP sudah dieliminasi,” sebut Gabkwet.

Nigeria sering meningkatkan operasi militer di bulan April, biasanya menjelang musim hujan. Hal ini rutin dilakukan Nigeria dalam memberantas pemberontakan dan ekstremisme yang sudah berjalan selama lebih dari 12 tahun.

Sejak tahun lalu, sepak terjang ISWAP di Nigeria lebih dominan ketimbang Boko Haram. Ini terjadi karena pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, tewas dalam pertempuran lintas faksi.

Shekau sempat menjadi sorotan global usai menculik sekitar 300 murid perempuan dari sebuah sekolah di Chibok pada 2014.