Menlu Retno: Perempuan Agen Perdamaian dan Toleransi

Jakarta – Meski berbagai permasalahan menjadikan perempuan sebagai kelompok yang dirugikan, tak menutup peran perempuan dapat menunjukkan kontribusinya. Perempuan dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Apalagi saat ini, 49.6% penduduk dunia adalah perempuan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengemukakan hal tersebut dalam Tasyakur Milad ke-105 Aisyiyah dan Halal Bihalal, Kamis (19/5) di Gedung Siti Bariyah Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogya. Menlu hadir dalam kegiatan hybrid dengan 150 orang luring dan ribuan yang mengikuti secara daring.

Di Indonesia, perempuan dapat menjadi agen perubahan dan agen pembangunan. Karena 53,7% dari UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional dimiliki perempuan dan 97% karyawan adalah perempuan. Demikian juga sektor kesehatan menurut, Menlu, 70% tenaganya adalah perempuan.

“Data tersebut semakin menguatkan peran penting perempuan sebagai agen perubahan dan pembangunan. Bahkan perempuan juga dapat menjadi agen perdamaian dan toleransi,” ujar Retno dalam keterangannya.

Diakui Retno, permasalahan yang dihadapi dunia saat ini, membawa dampak sangat besar terutama bagi kelompok perempuan dan anak-anak. Kemiskinan dan kesetaraan jender menjadi aspek yang paling terdampak. Pada tahun 2020 saja setidaknya terdapat 100 juta orang baru yang turun ke bawah garis kemiskinan, pemenuhan hak-hak perempuan juga mengalami kemunduran hingga satu generasi.

Bahkan laporan WEF terkait kesenjangan jender global untuk tahun 2021 menghadirkan data cukup mencengangkan. “Perlu 135,6 tahun untuk menutup kesenjangan gender dunia. Di bidang politik perlu 145,5 tahun untuk mencapai kesetaraan Gender.