Menag Yaqut: Tidak Ada Radikalisme di Pesantren

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tidak ada radikalisme di dalam pesantren. Hal ini disampaikannya saat ditanya mengenai pencegahan radikalisme di lingkungan pesantren dalam rangka Hari Santri.

“Tidak ada radikalisme di pesantren. Catat itu. Jadi kalau ada pesantren mengajarkan radikalisme itu pesantren quote and quote,” kata Yaqut usai mengikuti acara Peringatan Hari Santri Nasional dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah di Istana Negara, Jumat (22/10).

Yaqut meminta agar masyarakat mengetahui definisi pesantren yang baik atau hanya mencantumkan nama pesantren dalam lembaga pendidikan. Dia pun menjamin bahwa pesantren tidak ada satupun mengajarkan radikalisme.

“Jadi klo ada lembaga pendidikan lain yang tidak seperti pesantren definisinya tapi dia mendefinisikan diri sebagai pesantren kemudian radikal itu berbeda. Saya memberi jaminan pesantren tidak ada yg mengajarkan radikalisme,” pungkasnya.

Sebelumnya Yaqut juga mengapresiasi kemampuan pesantren dalam menghadapi wabah Covid-19. Hal tersebut menjadi gambaran nyata saat pesantren memiliki kemampuan menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas.

“Kita patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19 ini,” katanya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri di halaman kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (22/10)