Beranda / Berita / Kegiatan / Memahami Perbedaan Antara Terorisme dan Jihad

Memahami Perbedaan Antara Terorisme dan Jihad

Lombok Barat – Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui FKPT Nusa Tenggara Barat (NTB) kegiatan “Harmoni dari Sekolah” Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah Dalam Menumbuhkan Harmoni dari Sekolah melalui FKPT NTB di Lombok Barat, Kamis (11/7/2019). Kegiatan dihadiri para guru TK, guru pendidikan agama SD/MI sederajat, guru pendidikan agama SMP/MTS sederajat, serta para kepala sekolah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang bahaya radikalisme yang banyak merasuki paham dan pemikirian para siswa di lingkungan sekolah. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus BNPT di dalam melaksanakan berbagai pendekatan lunak untuk mencegah penyebaran radikalisme.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pencegahan BNPT melalui Kasubdit Pengawasan HM. Chairil Anwar, SH dengan menampilkan narasumber dosen Universitas Islam Negeri Mataram Dr. Said Ghazali. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aruna, Senggigi, Lombok Barat, NTB.

Dalam paparannya, Said Ghazali menjelaskan bahwa agama dan budaya adalah dua hal yang bisa berjalan beriringan. Ia juga menekankan tentang perbedaan yang sangat mendasar antara jihad dan terorisme.

“Terorisme adalah tindakan yang memiliki elemen kekerasan, bertujuan politik, dan terror untuk mengintimidasi masyarakat serta mempegaruhi kebijakan pemerintah juga mempengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan,” terang Said.

Sedangkan jihad, kata Said, memiliki sifat untuk melakukan perbaikan (islah). Tidak dipungkiri bahwa dalam jihad, ada ajaran untuk mengangkat senjata. Tetapi hal tersebut (jihad dengan senjata) bersifat defensif dengan aturan, akhlak, dan adab yang ketat dalam syariat islam.

Selain itu, jihad bisa dilakukan bila dalam konteks wilayah atau negara dalam keadaan genting dari ancaman infasi dari luar, dan dengan musuh yang jelas. Ini pernah terjadi ketika Indonesia menghadapi ancaman serangan inggris di kota Surabaya sehingga keluarlah resolusi jihad.

“Dengan melihat perbedaan mendasar antara jihad yang memiliki posisi sangat mulia dalam Islam yaitu menuju perbaikan (islah) dengan terorisme yang mempunyai dampak menghancurkan dan kejahatan, tidaklah benar bahwa terorisme dikaitkan dengan ajaran agama tertentu,” tegas Said Ghazali.

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Perangkat Desa di Jatim Diberikan Pemahaman Bahaya Internet dalam Terorisme

Sidoarjo – BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Selasa (16/7/2019), menggelar kegiatan …