Beranda / Berita / Mantan Tahanan ISIS Beberkan Penyiksaan ISIS ‘Beatles’ Jihadi John

Mantan Tahanan ISIS Beberkan Penyiksaan ISIS ‘Beatles’ Jihadi John

Roma – Federico Motka (35), seorang warga Italia membeberkan model penyiksaan yang dialaminya saat ditawan ISIS ‘Beatles’, Jihadi John di Suriah. Ia bisa selamat setelah Italia membayar biaya tebusan 5 juta poundsterling.

Dikutip dari thetime.co.uk, Minggu (19/5), Frederico Motka memulai ceritanya dengan kronologi penangkapannya bersama pekerja sosial, David Haines (yang belakangan dipenggal Jihadi John), dalam sebuah film dokumenter baru tentang Jihadi John.

Pada Maret 2013, pekerja sosial asal Italia itu tengah berkendara bersama Haines di Suriah. Tiba-tiba kendaraannya dihentikan oleh sekelompok pria bertopeng. Keduanya lalu ditarik keluar dari mobil mereka dengan todongan senjata oleh pria bertopeng itu, termasuk empat pria yang kemudian dikenal sebagai ‘Beatles’, karena aksen bahasa Inggris mereka.

Motka dan Haines baru mengenal satu sama lain selama empat hari, ketika mereka diculik. Tetapi segera menjalin persahabatan yang kuat dalam situasi yang paling mengerikan.

Mereka mengalami penyiksaan, pemukulan dan kurang tidur. Bahkan dipaksa saling bergulat oleh para penculiknya.

“Mereka memasukkan kami ke sel untuk melakukan Royal Rumble (berkelahi ala WWE),” ujar Motka.

“Kami jelas tidak mau bertarung satu sama lain, tetapi mereka akan menghukum kami jika tidak saling bertarung,” ungkapnya.

“Kau harus mengerti bahwa kita seperti kerangka pada saat itu, dan kita masing-masing pingsan pada tahap lain hanya karena kelelahan,” lanjutnya.

Mantan tawanan itu mengatakan, para penculiknya menganggap perkelahian itu sangat menghibur.

Motka menghadiri upacara pemakaman Haines di Skotlandia pada Oktober 2014.

Tentang BEM

Baca Juga

BNPT Gelar Rakor Antar Aparat Penegak Hukum di Lampung untuk Sinergikan Penanganan Terorisme

Bandar Lampung – Ancaman terorisme masih menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia. Tak …