Beranda / Berita / Mantan Militan ISIS Berjuluk ‘The Beatles” Menyesali Semua Perbuatannya

Mantan Militan ISIS Berjuluk ‘The Beatles” Menyesali Semua Perbuatannya

Damaskus – El Shafee Elsheikh dan Alexanda Kotey, dua mantan militan kelompok teroris Islamic State (ISIS) berjuluk “The Beatles” secara blak-blakan mengaku menyesali semua perbuatannya.

“Kebenaran harus diungkapkan,” ujar El Shafee Elsheikh yang berbicara di samping Alexanda Kotey Kepada CNN dikutip Newsweek Senin (10/6).

Elsheikh yang bersama keluarganya datang ke Inggris dari Sudan pada 1990-an menuturkan, dia menyesali dan minta maaf atas apa yang sudah dilakukannya.

“Saya mengakui peran saya di skenario, maupun episode sebagai sebuah kesalahan di mana saya ingin meminta maaf kepada semua orang yang terdampak, baik langsung maupun tak langsung,” tambahnya.

Baca juga : Terduga Teroris Kelompok Uzla Pengikut ISIS di Kalteng, DPO Mabes Polri

Elsheikh dan Alexanda Kotey ditangkap di Suriah pada Januari tahun lalu. Keduanya, bersama dengan Mohammed Emwazi dan Aine Davis, mendapat julukan “The Beatles” karena kebrutalan serta aksen Inggris mereka yang sangat khas.

Elsheikh dan Kotey yang berasal dari London Barat mengakui keterlibatan mereka dalam upaya meminta tebusan dari sandera Barat. Elsheikh juga membenarkan dia terlibat dalam “menjembatani tahanan asing dengan pihak yang diserahi tugas mengupayakan negosiasi pembebasan mereka”.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan, baik Elsheikh maupun Kotey bertanggung jawab dalam urusan melakukan penyiksaan para tahanan ISIS. Kelompok itu juga dituduh oleh bekas tawanan yang dibebaskan.

Emwazi misalnya. Dia disebut mengeksekusi jurnalis AS James Foley serta Steven Sotloff. Ricardo Garcia Vilanova, fotografer Spanyol yang sempat disekap oleh ISIS menceritakan seorang pria bertopeng yang menyiksanya mempunyai aksesn Inggris yang kental.

“Banyak di antara rekan saya di penjara mengetahuinya. Beberapa di antara mereka tidak selamat dari penyiksaan itu. Kami ingin mereka diadili,” tegas Vilanova.

Januari lalu, pengadilan Inggris sudah mengizinkan keduanya, yang saat ini ditahan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), untuk diesktradisi ke AS demi mempertanggungjawabkan kejahatan mereka.

Elsheikh sendiri juga sudah menyatakan dirinya tidak berharap pengakuannya itu bakal membuatnya lolos dari ekstradisi. “Saya hanya ingin kisah ini berakhir. Sebuah kebenaran harus keluar,” pungkasnya.

Tentang BEM

Baca Juga

China Klaim Capai Kesepakatan Anti Terorisme dengan PBB

Jakarta – China mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan PBB terkait kerangka anti terorisme. Kementerian Luar …