Beranda / Berita / Kegiatan / Lomba Video Pendek, Mengasah Kecerdasan Sekaligus Meneguhkan Kebangsaan

Lomba Video Pendek, Mengasah Kecerdasan Sekaligus Meneguhkan Kebangsaan

Sungai Liat – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), kembali menggelar lomba video pendek keempat kalinya dalam kurun empat tahun terakhir. Tahun ini lomba mengangkat tema ‘Satu Indonesia’, sebuah upaya mengasah kecerdasan generasi muda, sekaligus untuk mempertebal rasa kebangsaan.

Kepala Seksi Media Literasi Subdirektorat Kontrapropaganda BNPT, Ery Suprayitno, pada sambutan pembukaan kegiatan lomba video pendek di Bangka Belitung mengatakan, tema lomba tahun ini sejalan dengan tujuan penguatan pelibatan generasi muda dalam pencegahan terorisme.

“Membangun generasi muda yang cerdas menjadi sebuah keharusan. Akan tetapi menjadikan pemua yang sekaligus juga memiliki kesantunan dan kreatifitas tinggi juga tidak boleh ditinggalkan. Tema ‘Satu Indonesia” di lomba tahun ini mampu mengakomodir tujuan-tujuan tersebut,” ungkap Ery.

Melalui lomba video pendek, lanjut Ery, BNPT dan FKPT ingin mengambangkan kreatifitas anak Indonesia, sekaligus memberikannya kesibukan positif agar terhindar dari pengaruh paham radikal terorisme. Tema ‘Satu Indonesia’ mengharuskan pelajar peserta kegiatan mengeksplor keragaman di Indonesia ke dalam karya yang dihasilkannya.

“Langkah ini akan melatih generasi muda untuk bisa menerima berbedaan sebagai keragaman yang harus dipertahankan, bukan dijadikan alasan adanya perpecahan,” tambah Ery.

Ketua FKPT Bangka Belitung, Riswardi, di kesempatan yang sama berharap daerahnya bisa mengulang prestasi gemilang yang ditorehkan pada lomba yang sama tahun 2016 dan 2018 lalu. Saat itu video pendek karya pelajar SMKN Tempilang, SMAN 2 Bangka Belitung, dan SMAN 1 Sungai Liat, berhasil masuk 10 besar karya terbaik tingkat nasional.

“Prestasi di tahun 2016 dan 2018 kami harapkan bisa kembali diulang untuk menjadi virus positif bagi generasi muda Bangka Belitung dalam membendung penyebarluasan paham radikal terorisme,” kata Riswardi.

Riswardi juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan lomba video pendek sebagai upaya pelibatan pelajar dalam pencegahan terorisme, di tengah terus menguatnya tren penyebarluasan paham radikal terorisme. Generasi muda diakuinya memang harus mendapatkan porsi tersendiri, mengingat potensi keterpaparan yang sangat tinggi.

“Catatan terorisme global, yang beberapa di antaranya juga dipengaruhi atas kejadian di Indonesia, menunjukkan generasi muda menjadi target utama perekrurat. Oleh karenanya ketepatan melibatkannya akan mempengaruhi keberhasilan upaya pencegahan,” pungkas Riswardi. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Generasi Muda Wajib Lawan Penyebaran Paham Radikal

Kupang – Pengaruh globalisasi menyebabkan paham paham radikal masuk meracuni pikiran generasi muda bangsa. Karena …