Lawan Radikalisme di Dunia Maya, BNPT bentuk Duta Damai di Sulawesi Tengah

Palu – Kewaspadaan akan bahaya radikalisme dan terorisme harus menjadi perhatian bersama. Sebut saja kasus pembataian yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sudah cukup menjadi gambaran kejahatan luar biasa, yang dilakukan kelompok garis keras atau kelompok MIT pimpinan Ali Kalora di Poso.

Terlebih lagi sebaran paham radikal terorisme kini mulai menjangkiti dan mengancam masyarakat di semua lini kehidupan tidak terkecuali para pemuda, yang kini menjadi target utama rekrutmen kelompok radikal. Penyebaran pahamnya pun tidak hanya dilakukan secara offline, namun mereka sangat gencar menyebarkan pahamnya tersebut dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu melalui dunia maya atau online

Hal itulah yang mendasari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk duta damai dunia maya di Provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak 54 anak muda dari berbagai disiplin ilmu seperti blogger, IT, dan DKV dikumpulkan dan dilatih melalui asistensi bidang penulisan, DKV, dan IT, dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme di Palu, 23-25 Mei 2022.

“Pembentukan ini, kita mengkader khususnya generasi muda untuk melawan pengaruh radikalisme, intoleran yang mengarah kepada terorisme. Kalian (duta damai) menjadi relawan penggerak perdamaian di dunia maya dan dunia nyata. Kita akan bersama meningkatkan daya tangkal penyebaran radikal terorisme,” ujar Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Pas. Drs. Sujatmiko, pada pembukaan Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Sulawesi Tengah di Palu, Senin (23/5/2022).

Lebih lanjut Sujatmiko menilai, pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Sulteng ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BNPT, dalam rangka membendung ancaman radikal terorisme yang terjadi di dunia maya melalui peran serta membuat konten-konten dengan gaya dan bahasa anak muda yang dimengerti anak muda.

“Kedepannya para duta damai ini akan berkolaborasi dengan stakeholder di daerah, yaitu pemerintah daerah, FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme), dan stakeholder lainnya. Melalui kerjasama dengan para pemuda penggiat dunia maya, dengan harapan mampu menjadi inisiator dan kreator narasi kontra radikalisme yang mampu membanjiri setiap ruang media social,” ujar alumni Sepa PK TNI tahun 1995 ini.

Sehingga ia berharap para Duta Damai Sulteng ini nantinya mampu menjadi contoh sebagai pemuda yang memiliki toleransi yang tinggi, yang menghargai perbedaan dan mampu memberi pengaruh kepada lingkungan sekitarnya.

“Mari kita miliki tingkat toleransi yang tinggi, beragama yang baik, menjadi pemuda yang memegang erat kebenaran dan yang paling penting untuk kita sebarkan adalah kebaikan kita,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya asistensi bidang penulisan, desain komunikasi visual dan bidang IT dari para mentor-mentor Pusat Media Damai (PMD) BNPT, duta damai dunia maya Sulteng ini mampu menjadi suatu penguatan serta menghasilkan diskusi yang baik untuk peningkatan kapasitas pengetahuan, peran dan partisipasi para penggiat dunia maya.