Lawan Penyebaran Radikalisme di Dunia Maya, BNPT Bentuk Duta Damai Dunia Maya di Lampung

Bandar Lampung – Sel-sel terorisme akhir-akhir menjadikan Lampung sebagai tempat untuk menyusun strategi dan menyebarkan radikalisme dan terorisme. Sejak tahun lalu, puluhan sel-sel kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) berhasil diungkap Densus 88. Bahkan di akhir 2021, ribuan kotak amal untuk pendanaan terorisme ditemukan di Lampung. Juga ditemukan puluhan generasi muda yang terpapar kelompok NII.

Hal itulah yang mendasari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merasa perlu melanjutkan pembentukan duta damai dunia maya di Provinsi Lampung. Sebanyak 31 anak muda dari berbagai disiplin ilmu seperti blogger, IT, dan DKV dikumpulkan dan dilatih melalui asistensi bidang penulisan, DKV, dan IT, dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme di Lampung, 23-24 November.

“Duta damai dunia maya Provinsi Lampung ini akan bergabung dengan duta damai dunia maya yang telah kami bentuk di 13 provinsi untuk melakukan kontra narasi, kontra ideologi, dan kontra propaganda radikal terorisme di dunia maya. Kita akn bersama meningkatkan daya tangkal penyebaran radikal terorisme,” ujar Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Pas. Drs. Sujatmiko, pada pembukaan Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Lampung di Bandar Lampung, Selasa (23/11/2021).

Menurut Sujatmika, sifat duta damai dunia maya adalah relawan dan tidak memaksa. Tapi sebagai generasi muda mereka bisa membuat konten-konten dengan gaya dan bahasa anak muda yang di mengerti anak muda. Itulah sasaran utama pembentukan duta damai dunia maya.

“Kita menyadari pengaruh dan penyebaran paham radikal terorisme sudah sangat masif. Makanya kita harus bersama dengan seluruh stake holder bangsa untuk mereduksi penyebaran radikal terorisme di masyarakat,” imbuh.

Setelah pelatihan ini, lanjut Sujatmiko, para duta damai dunia maya regional Lampung ini akan menjadi satu bagian dalam satu keluarga duta damai dunia maya.

“Silakan nanti berkomunikasi. Intinya kita harus menyuarakan hal positif dan damai di dunia maya dan media sosial,” kata Sujatmiko.