Beranda / Berita / Kegiatan / Komunikasi Orang Tua ke Anak Efektif Cegah Terorisme

Komunikasi Orang Tua ke Anak Efektif Cegah Terorisme

Tanjung Pinang – Catatan keterpaparan paham radikal terorisme terhadap anak yang menunjukkan gejala meningkat menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di daerah, langkah-langkah pencegahan dilakukan, di antaranya melalui pendekatan ke kelompok perempuan.

Kamis (16/5/2019), BNPT dan FKPT Kepulauan Riau menggelar kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Kegiatan yang dikemas dengan tema ‘Perempuan Agen Perdamaian’ tersebut merupakan yang ke-9, dari rencana dilaksanakan secara beruntun di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2019.

Ketua FKPT Riau melalui Sekretaris FKPT, Indra Syah Putra, pada sambutan pembukaan kegiatan mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam pencegahan penyebarluasan paham radikal terorisme.

“Ada ungkapan al Ummu Mdrasatul Ula, yang artinya ibu adalah guru pertama dalam lingkungan keluarga. Seorang ibu kami harapkan mampu menjadi guru pendamping anak-anaknya dari potensi keterpaparan paham radikal terorisme,” kata Indra.

Di hadapan 120 orang perempuan dari berbagai perwakilan elemen masyarakat, Indra menambahkan, kasus penangkapan terduga pelaku terorisme di Bekasi baru-baru ini hendaknya menjadi pemantik pentingnya mengedepankan komunikasi antara orangtua dan anak. Dalam kasus tersebut, EY yang tercatat masih berusia 18 tahun dianggap tidak memiliki keanehan di mata orang tuanya, sampai akhirnya polisi menangkapnya karena diduga terlibat di jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Lampung.

“Kami ingin mendorong orang tua, terutama kaum ibu yang memiliki waktu luang lebih banyak bersama anak-anaknya, untuk sering mengajak sang anak berkomunikasi. Orang tua harus mampu mengetahui aktifitas apa yang dilakukan anaknya di luar rumah,” urai Indra.

Kesediaan orang tua mengajak anaknya berkomunikasi, masih kata Indra, akan mampu meredam potensi keterpaparan paham radikal terorisme pada anak. “Mari menjadi orang tua yang mampu menyuntikkan nilai-nilai positifisme ke anak, sehingga anak mampu membentengi diri dan lingkungannya dari pengaruh paham radikal terorisme,” tegasnya.

Kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme di Tanung Pinang diikuti oleh 120 orang peserta dari berbagai elemen kelompok perempuan. Kegiatan ini sekaligus ingin membentuk keberadaan perempuan agen perdamaian untuk membantu upaya pencegahan penyebarluasan paham radikal terorisme, khususnya di Kepulauan Riau. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Generasi Muda Wajib Lawan Penyebaran Paham Radikal

Kupang – Pengaruh globalisasi menyebabkan paham paham radikal masuk meracuni pikiran generasi muda bangsa. Karena …