Komandan Garda Revolusi Iran Sebut AS Gagal Atasi Teroris di Afghanistan & Irak

Taheran – Komandan Garda Revolusi Iran Jenderal Gholam Ali Rashid berpendapat bahwa tentara yang dilatih oleh militer AS di Afghanistan dan Irak gagal perangi teroris di negara-negara tersebut.

“Hari ini, kita melihat bahwa tidak ada yang bisa melawan [membela negaranya] dengan [berpegang pada] pemikiran dan metode Amerika ketika tentara buatan tangan AS runtuh di Irak melawan ISIS di Afghanistan melawan Taliban,” kata Jenderal Rashid dikutip Reuters, Minggu (26/9).

Pernyataan itu muncul hampir sebulan setelah Menteri Luar Negeri Antony Blinken meyakinkan Presiden Irak Barham Salih bahwa misi tempur AS melawan Daesh di negara itu belum berakhir dan beralih ke fase baru berdasarkan peningkatan kemampuan Pasukan Keamanan Irak.

Saat ini diperkirakan ada 2.500 tentara AS di Irak membantu pasukan lokal untuk melawan teroris Daesh, dengan Presiden Joe Biden mengatakan pada bulan Juli bahwa misi Amerika di Irak akan berakhir pada akhir tahun ini.

“Setelah 31 Desember 2021, AS diperkirakan akan beralih melatih dan membantu pasukan Irak untuk mengatasi gerakan teroris,” katanya.