Kiai dan Ulama Berperan Vital Lindungi Bangsa dari Paparan Paham Intoleran dan Radikal Terorisme

Bogor – Sejak awal tahun 2000-an, serangkaian aksi terorisme terjadi di Indonesia. Itu dipicu dengan masuknya banyak ideologi radikal terorisme ke tanah air yang memanfaatkan kondisi bangsa yang sedang rapuh pasca era reformasi.

Di sisi lain, potensi setiap orang terpapar paham radikal terorisme di Indonesia juga sangat tinggi sehingga akhirnya mereka terpapar dan melakukan aksi terorisme. Dibutuhkan peran kiai dan ulama sangat vital untuk membentengi bangsa dari paparan paham intoleran dan radikal terorisme.

Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI Pusat, Irjen (purn) Ir. Hamli, MEk mengatakan potensi ini dapat dilihat dari tersebarnya narasi-narasi radikalisme yang mengitari masyarakat. Jika tidak ditanggulangi segera, narasi tersebut dapat mengarah dan mengajak pada tindakan terorisme.

“Dapat berupa narasi mengenai intoleransi terkait sentimen keagamaan, narasi umat yang diperlakukan tidak adil, narasi keterancaman, dan sebagainya,” ujar Hamli saat berbicara pada Ngaji Kebangsaan di Yayasan Hubbul Wathon Indonesia, Bogor Jawa Barat, Selasa (9/8/2022).

Ia menegaskan peran kiai dan ulama dalam mencegah dan menanggulangi radikal-terorisme sangat efektif. Saat ini terbukti adanya penurunan angka keterpaparan radikalisme dan terorisme maupun aksinya.

“Potensi radikal-terorisme kian hari semakin turun, namun kita tidak boleh diam dan lengah dalam melihat fenomena yang ada. Dibutuhkan sinergisitas yang konkrit dan bahu membahu untuk terus melakukan kontra teroris demi stabilitas dan keamanan nasional,” papar mantan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.