Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Paham Radikal dan Intoleransi Harus Optimal

Jakarta – Kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal dan intoleransi harus terus dioptimalkan. Faktanya, seperti diungkapknya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., penyebaran paham radikal di media sosial cenderung sangat cepat seperti penyebaran virus Corona.

“Kewaspadaan harus mulai dari lingkungan keluarga,” ujar Koordinator Nasional Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) Irfaan Sanoesi dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

Irfan mengimbau, fakta yang diungkapkan Kepala BNPT itu harus jadi catatan. Maka dari itu, JAMMI mengajak segenap masyarakat untuk mewaspadai dan membentengi keluarga dari paham radikalisme dan intoleransi.

Menurut Irfaan, kelompok radikalisme ini bergerak senyap dengan strategi memanfaatkan kemajuan teknologi. Dia bilang cara itu dilakukan untuk melakukan propaganda nilai atau ideologi, perekrutan, hingga penggalangan dana.

“Media sosial bak belantara hutan rimba. Nah, mereka mengoptimalkan media sosial guna merekrut jamaahnya. Jelas ini sebuah wake up call bagi bangsa kita,” jelas Irfaan.

Semua elemen masyarakat, ungkapnya, mesti merapatkan barisan agar bisa menangkal paham intoleransi dan takfirisme. Salah satunya, mengajak para santri atau pelajar agar bisa memanfaatkan pesan damai lewat media sosial.

Menurut dia, pesan damai ini penting untuk mengeratkan persatuan. Selain itu, menekan perilaku intolenrasi dan menerima Pancasila sebagai dasar bernegara yang tak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Konsep khilafah itu udah usang dimakan zaman. Pancasila adalah penanda negara modern yang mengakomodasi setiap elemen anak bangsa termasuk kalangan Islam,” tuturnya.

Ia menilai, tugas anak muda saat ini mampu merebut arena media sosial untuk kepentingan positif. Namun, mempraktikkan arena media sosial dengan bisa memenuhi pesan damai, pesan Islam rahmatan lil’alamin.