Kesbangpol Aceh Siap Kolaborasi Cegah Terorisme dengan Duta Damai Dunia Maya

Banda Aceh – Sebanyak 56 anak muda Aceh telah dikukuhkan sebagai Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Jumat (29/7/2022). Kehadiran Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh ini diharapkan akan menambah amunisi untuk menyebarakan narasi perdamaian untuk mencegah penyebaran paham radikal terorisme di Tanah Rencong khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan Dan Karakter Bangsa Kesbangpol Aceh Munarwansyah, SE, MM mengapresiasi Kegiatan Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh Melalui Asistensi Bidang Penulisan, Desain Komunikasi Visual, Dan Bidang IT Dalam Rangka Pencegahan Terorisme di Provinsi Aceh, Banda Aceh, Jumat (29/7)

“Kami pemerintah Aceh atas nama Kesbangpol Aceh menyambut baik dan mengapresiasi BNPT RI yang telah melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pengukuhan Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh, di mana para generasi muda selama 4 hari lalu diberi pelatihan tentang wawasan kebangsaan dan bahaya paham radikal terorisme sehingga pada hari ini dilakukan pengukuhan,” ujar Munarwansyah.

Menurut Munarwansyah, kegiatan ini sangat strategis seiiring dengan maraknya aksi radikalisme dan terorisme yang terjadi dibelakangan ini dibeberapa daerah di Indonesia.

“Kami yakin melalui kegiatan seperti ini para Duta Damai Dunia Maya yang telah dikukuhkan dapat menjadi pelopor dan penggerak pencegahan paham radikalisme dan terorisme melalui konten-konten kontra narasi di dunia maya,” sambung Munarwansyah.

Hasil survei yang dilakukan BNPT menunjukan bahwa generasi milenial kurang memiliki pemahaman keagamaan yang kuat. Mereka lebih mengandalkan media sosial untuk memperoleh informasi terkait agama yang tidak jelas sumbernya.

Untuk mengantisipasi menyebarnya paham radikal ini, Munarwansyah menegaskan, harus ada tindakan prefentif melalui pendekatan sosial dan kearifan lokal serta upaya-upaya kontra narasi radikalisme dan terorisme di media sosial.

“Karena itu peran aktif Duta Damai sangat dibutuhkan sebagai elemen masyarakat dalam pencegahan penyebaran paham radikal terorisme, yaitu dengan membuat konten positif yang berisikan pesan perdamaian dengan menggunakan gaya bahasa anak muda dan menyebarkannya di media sosial,” jelasnya.

Munarwansyah menambahkan, Duta Damai Dunia Maya yang terdiri dari 56 orang anak muda Aceh merupakan mitra stategis pemerintah Aceh dalam membantu menyebarkan pemahaman positif bagi masyarakat luar Aceh.

“Para generasi muda ini sangat kreatif dan inspiratif, tentunya ini menjadi asset besar bagi pemerintah Aceh, bagaimana kedepan Aceh akan lebih baik ditangan anak-anak muda dengan memberikan informasi kepada dunia bahwa Aceh sangat baik, tentunya terlebih khusus jauh dari paham atau aksi radikalisme terorisme”, lanjutnya.

Pihaknya yakin bahwa keberadaan Duta Damai dapat memberikan dampak nyata bagi Indonesia yang damai jauh dari kekerasan dan penyebaran paham radikal terorisme.

“Saya optimis melalui kegiatan ini para generasi muda Aceh, khususnya Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh dapat menjadi ujung tombak dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme di Aceh dan yang kita harapkan Indonesia juga akan damai seperti jargon yang diusung BNPT RI yaitu damai itu Indonesia,” tutupnya.