Beranda / Berita / Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Simpatisan ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Simpatisan ISIS Dihukum Mati

Rabat – Tiga pria yang mengaku sebagai simpatisan ISIS dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan tinggi Maroko. Mereka adalah pelaku pemenggalan kepala dua pendaki wanita Skandinavia di Pegunungan Atlas pada Desember 2018.

Jika eksekusi terus berjalan, tiga simpatisan ISIS tersebut akan menjadi yang pertama yang dieksekusi mati di Maroko sejak tahun 1993. Sejak tahun itu Maroko melakukan moratorium hukuman mati.

Louisa Vesterager Jespersen dari Denmark dan Maren Ueland dari Norwegia ditemukan tewas di Pegunungan High Atlas pada bulan Desember tahun lalu. Selama persidangan terungkap bahwa Ejjoud dan Ouaziyad memenggal kedua wanita itu sementara Afatti memfilmkan pembunuhan itu di ponselnya.

“Yang paling adil adalah memberi binatang buas ini hukuman mati yang layak mereka terima,” kata Helle Petersen ibu dari Louisa, dikutip BBC, Jumat (19/7).

Baca juga: Eks Kombatan ISIS di Suriah Akan Hadapi Tuntutan di AS

Di persidangan, Ejjoud yang merupakan pedagang kaki lima menyatakan menyesal telah melakukan pembunuhan, sementara Affati mengakui merekam proses pembunuhan tersebut dan menyebarkannya ke seluruh pendukung ISIS. Ketiganya juga membenarkan bahwa mereka adalah simpatisan ISIS.

“Kami mencintai ISIS dan berdoa kepada Tuhan untuk pendirian negara Islam,” kata Ejjoud.

Kepala anti-teror Maroko mengatakan meski ketiga orang tersebut terinspirasi oleh ISIS, mereka tidak memiliki kontak atau koneksi dengan kelompok teroris tersebut.

Tentang HP HP

Baca Juga

Pria Toronto yang Mencoba Gabung ISIS Bebas dari Penjara

Ontario – Seorang pria asal Toronto, Kanada, Pamir Hakimzadah yang mencoba bergabung dengan ISIS telah …