Beranda / Berita / Kegiatan / Kasubdit Pemberdayaan masyarakat BNPT : Kearifan Lokal Dapat Cegah Paham Radikalisme

Kasubdit Pemberdayaan masyarakat BNPT : Kearifan Lokal Dapat Cegah Paham Radikalisme

Jambi – Berbagai penelitian, termasuk penelitian yang dilakukan oleh BNPT menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman nyata hingga saat ini, paham ini banyak bermula dari sikap intoleransi yang kemudian dipupuk dengan berbagai narasi kebencian dan propaganda radikalisme akan menjadi aktor-aktor teroris yang siap untuk melakukan teror. Demikian diungkapkan oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr. Hj. Andi Intang Dulung pada kegiatan Rembuk Aparat Kelurahan & Desa Tentang Literasi Informasi yang mengambil tema “Saring Sebelum Sharing”.

Menyadari bahaya radikalisme dan terorisme yang masih mengintai setiap waktu, maka tentu saja Badan Nasional Penggulangan terorisme (BNPT) tidak dapat bekerja sendirian, dibutuhkan sinergi yang massif dan komprehensif dengan semua elemen aparatur negara dan masyarakat, kemudian terbentuklah Forum Koordinasi Pencegahan terorisme (FKPT) yang berlokasi di 34 Provinsi sebagai kepanjangan BNPT di tingkat daerah.

“Tugas pokok FKPT menghadirkan seluruh tokoh agama, pendidikan, perempuan, aparat, akademisi (penelitian) dan pemuda untuk secara bersama-sama menanggulangi sebaran paham radikalisme ditengah-tengah masyarakat”. Ungkap Hj. Andi Intang dihadapan peserta Rembuk Aparat Kelurahan & Desa Tentang Literasi Informasi “Saring Sebelum Sharing”. Yang bertempat di Hotel Odua Weston Jambi, Kamis, (04/07/2019).

BNPT sepenuhnya menyadari bahwa dengan arus informasi yang sedemikian deras, hampir semua orang baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan telah terkoneksi dengan internet, peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan propaganda dan paham-pahamnya yang menyesatkan masyarakat.

“satu keluarga yang terbuai oleh propaganda kelompok radikal ISIS melalui media sosial, setelah berangkat ke Suriah baru menyesal karena semua propaganda ISIS ternyata bohong bahkan hidup dalam ketakutan”. Ungkapnya

lebih lanjut, Hj. Andi Intang menjelaskan bahwa sebetulnya radikalisme dapat diredam atau dicegah dengan menggunakan budaya lokal (local wisdom), oleh karena itulah kebudayaan-kebudayaan daerah jangan sampai kemudian tergerus oleh budaya yang datang dari luar terutama yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Bangsa Indonesia yang majemuk ini harus dijaga dan dirawat, jangan sampai kemajemukan ini kemudian dirusak dengan narasi ujaran kebencian, hasutan dan propaganda kelompok radikalisme, perbedaan adalah merupakan satu keniscayaan karena memang Allah juga menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling kenal – mengenal menuju ketakwaan kepada Allah”. ujarnya.

Melalui digelarnya rembuk aparat kelurahan dan desa tentang literasi informasi oleh FKPT Jambi diharapkan kedepannya seluruh aparatur negara paham bagaimana menggunakan media sehingga dapat juga memberikan pengetahuan kepada masyarakatnya agar tidak mudah tersusupi paham radikalisme.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada tempat atau daerah yang aman dari radikalisme, kejadian teror bom di Surabaya yang dilakukan oleh satu keluarga, teror di Surakarta pada ramadan kemarin hingga penangkapan di Palangkaraya, Kalimantan menjadi sebuah bukti bahwa radikalisme dan terorisme dapat mengintai dan dapat terjadi sewaktu-waktu dimanapun.

“ohon kiranya bagi aparat ketika melihat keadaan aman, jangan terlena, jika ada pendatang atau orang yang baru segeralah berkoordinasi sehingga dapat dicegah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama berkaitan dengan bahaya paham radikalisme” tutupnya.

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Perangkat Desa di Jatim Diberikan Pemahaman Bahaya Internet dalam Terorisme

Sidoarjo – BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Selasa (16/7/2019), menggelar kegiatan …