Jelang KTT G20, BNPT Imbau Masyarakat Beperan Aktif Cegah Sikap Intoleransi, Paham Radikal & Terorisme

Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan bahwa sikap intoleransi paham radikal, dan terorisme dapat dicegah secara aktif oleh masyarakat sebagai kekuatan utama dari aktor non-negara.

Dengan berkolaborasi bersama masyarakat, BNPT berusaha untuk mencegah munculnya paham radikalisme yang dapat mengarah pada tindakan teror, terutama saat ini menjelang acara KTT G20 di Bali

“Kami fokus membangkitkan peran civil society untuk bisa bangkit menjadi kekuatan utama non-state actor,” kata boy, dikutip antara, Minggu (3/7).

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat akan berperan penting dalam pencegahan tersebut terutama menjelang acara G20 yang akan berlangsung di Bali pada tanggal 15 sampai dengan 16 November 2022.

Boy juga menambahkan dengan membangun rasa wapada pada masyarakat maka pencegahan terhadap ancaman terorisme bisa terlaksana dengan baik.

Dengan demikian, pada kesempatan yang sama BNPT bersama beberapa tokoh masyarakat, pemuka agama, juga mahasiswa di Badung menyuarakan deklarasi siap siaga nasional terhadap ancaman terorisme.

Dalam acara tersebut ada lima hal yang menjadi fokus, yaitu setia pada Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945, menjunjung tinggi kebinekaan, bersinergi menolak intoleransi dan radikal terorisme, mendukung kesiapsiagaan nasional dalam mengantisipasi ancaman terorisme, dan siap mewujudkan Indonesia damai.

Boy juga menegaskan kepada unsur-unsur pemerintahan, masyarakat, dan tokoh agama, bahwa kekuatan bangsa Indonesia ada pada toleransi.

Jika pondasi toleransi bisa dirawat, diperkuat, dan diperkokoh, maka tidak ada satu pun yang bisa menggoyahkan Pancasila yang telah dibentuk oleh leluhur bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Boy juga memastikan BNPT sudah siap mengantisipasi potensi bencana dan telah menyusun langkah-langkah pencegahan termasuk tindakan teror.

Dia juga menghimbau jika pihak terkait dan masyarakat tidak boleh meremehkan ancaman terorisme. Oleh karena itu, BNPT terus melakukan pencermatan dan pemetaan terhadap pergerakan kelompok jaringan teroris.

Sehingga nantinya hal-hal yang tidak dinginkan, menyakitkan dan merugikan untuk setiap pihak dan masyarakat bisa dicegah lebih awal.