Beranda / Berita / Jalani Persidangan, Pria Penembak Masjid di Oslo Tolak Seluruh Dakwaan

Jalani Persidangan, Pria Penembak Masjid di Oslo Tolak Seluruh Dakwaan

Oslo – Pria Norwegia yang menembaki Masjid Al-Noor di dekat Oslo, akhir pekan lalu dan juga dicurigai membunuh saudara tirinya menjalani sidang perdana pada Senin (12/8).

Pria yang diidentifikasi bernama Philip Manshaus (21), itu dituntut atas tindak pidana pembunuhan dan teroris.

Philip Manshaus muncul di pengadilan Oslo dengan kedua mata lebam dan goresan serta memar di wajah, leher, dan tangannya. Seluruh luka kemungkinan didapatnya saat dia dijegal di masjid.

Polisi mengatakan, dia memiliki pandangan ekstrem kanan dan xenofobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau yang dianggap asing). Insiden penembakan di masjid yang ada di Norwegia itu, terjadi di tengah meningkatnya serangan supremasi kulit putih di seluruh dunia.

Baca juga : PBB Minta Prancis Pulangkan Warganya Yang Terlibat ISIS

Manshaus secara resmi juga dicurigai melakukan pembunuhan terhadap saudara tirinya yang berusia 17 tahun, dan atas aksi teroris di Masjid Al-Noor pada Sabtu (10/8). Dalam persidangan itu, Manshaus menolak semua tuduhan itu.

Menurut sistem undang-undang yang berlaku di Nor­wegia, ditetapkan secara resmi sebagai tersangka adalah langkah sebelum dakwaan. Polisi telah meminta pengadilan untuk menahan tersangka dalam tahanan selama empat pekan. Hakim diharapkan akan mengumumkan keputusannya pada Senin (19/8) mendatang.

“Manshaus meminta dirinya agar dibebaskan,” kata pengacaranya yang bernama Unni Fries usai persidangan.

“Dia menolak seluruh dakwaan dan menggunakan haknya untuk bungkam,” kata pengacara itu.

Manshaus dituduh telah memasuki masjid yang ada di Baerum, yang ada di pinggiran Oslo, dan mempersenjatai diri dengan setidaknya dua senjata dan melepaskan tembakan sebelum berhasil dijegal oleh seorang pria berusia 65 tahun yang menderita luka ringan dalam serangan itu.

Beberapa jam setelah serangan itu, mayat seorang wanita muda ditemukan di sebuah rumah di Baerum dan polisi pada Minggu mengonfirmasi bahwa itu adalah saudara tiri Manshaus yang berusia 17 tahun.

Menurut media setempat, korban tewas adalah anak adopsi dari rekan ayah Manshaus yang berasal dari Tiongkok.

Pada Senin, dinas intelijen domestik Norwegia, PST, bahwa mereka telah mendapat informasi sekitar setahun yang lalu tentang perilaku Man­shaus, tetapi mereka memilih untuk tidak menindaklanjuti­nya.

“Informasinya samar dan tidak mengindikasikan adanya rencana terorisme yang akan terjadi,” kata kepala PST, Hans Sverre Sjovold, kepada media.

Sesaat sebelum melakukan serangan ke masjid, seseorang yang mengidentifikasi dirinya sebagai Philip Manshaus telah memposting pesan di forum EndChan yang menyerukan perang ras untuk digiring dari internet ke kehidupan nyata.

Penulis di forum itu menga­takan ia dipilih oleh “Saint Tar­rant”, merujuk pada tersangka penyerangan masjid Selandia Baru, Brenton Tarrant, yang dituduh membunuh 51 orang dalam serangan terhadap dua masjid di Christchurch pada Maret lalu.

EndChan mengonfirmasi di Twitter bahwa seorang pria mengaku sebagai penembak Oslo telah memposting materi di forumnya.

Penembakan itu menyusul peningkatan serangan su­premasi kulit putih, termasuk pembantaian di El Paso, Amerika Serikat, baru-baru ini.

Tentang BEM

Baca Juga

Pria Toronto yang Mencoba Gabung ISIS Bebas dari Penjara

Ontario – Seorang pria asal Toronto, Kanada, Pamir Hakimzadah yang mencoba bergabung dengan ISIS telah …