Beranda / ISIS / Perkembangan ISIS

Perkembangan ISIS

Dinamika ISIS dan Jaringan al-Qaeda

     Zarqawi mengabaikan nasehat Zawahiri yang lebih mementingkan pembangunan institusi yang kuat untuk merubah ummah. Sementara Zarqawi memilih medan perang adalah satu-satunya cara untuk membangun ummah. Zarqawi justru mengkonsolidasikan salah satu faksi pemberontak di Irak untuk mendirikan MSM. Konsolidasi ini terus dilakukan hungga kematian Zarqawi pada 7 Juni 2006. Pada 15 Oktober, deklarasi berdirinya ISIS dikumandangkan yang dilakukan oleh Muharib al-Juburi menteri Informasi ISIS.

     Pada 10 November, pengganti Zarqawi Abu Hamza al-Muhajir membaiat pemimpin ISI Abu Umar al-Baghdadi. Ini awal mula perpecahan dimulai secara terang-terangan antara ISI dengan al-Qaeda. Menurut Muhajir bahwa baiat hanya bisa dilakukan oleh individu terhadap satu pemimpinnya. Organisasi tidak bisa berbaiat pada satu organisasi yang lain. Karenanya kematian Zarqawi yang telah berbaiat ke Bin Laden menandai keterputusan ISI dari Bin Laden. Artinya MSM dan turunan organisasi berikutnya tidak ada keterkaitan secara subordinat dengan al-Qaeda. Namun, dalam prakteknya baik ISI maupun al-Qaeda tetap berhubungan baik dalam share resource dan kerjasama hingga secara tegas pada Februari 2014, Zawahiri memtuskan hubungan dengan MSM/ISI/ISIS dan mendorong untuk mendirikan agenda sendiri dan mendapatkan basis pendukung sendiri.

         Pendirian ISI memang mendorong mereka untuk melakukan pengambilan territorial dan penguasaan di Anbar salah satu provinsi di Irak. Dalam upaya membangun pemeirntah di area tersebut kekejaman ISI mulai terdengar. Pada kahirnya penduduk setempat dan kelompok sunni lainnya menimbulkan reaksi balik terhadap kekejaman ISI. Pada kahirnya ISI telah kehilangan dukungan dan telah dianggap jelek di kalangan oposan dan kelompok sunni yang mendorong lahirnya sahwa movement.

        Menyadari ketercorengan al-Qaeda oleh perilaku ISIS September 2013 Zawahiri mengeluarkan pengumuman tentang Pedoman umum untuk perjuangan jihad yang merinci aturan keterikatan cabang al-Qaeda untuk lebih memperhatikan strategi dalam jihad. Hal ini untuk menghindari kekerasan dan kekejaman indiskriminatif yang dilakukan oleh cabang-cabang al-Qaeda seperti ISIS tanpa memberphatikan basis kelompok sunni.

         Zawahiri juga gagal dalam menasehati ISIS yang dipimpin Baghdadi untuk mundur dari Suriah dan menyerahkan bagian wilayah itu ke JN. Bahkan Baghdadi telah merilis satu pesan audio yang menyatakan ISIS akan tetap di Suriah. Zawahiri pun membalas pesan tersebut dengan membedakan bahwa ISIS dan JN adalah dua kelompok yang terpisah.

        Al-Qaeda menyatakan ketidakterikatannya dengan ISIS karena berbagai faktor tersebut. Pada Januari 2014 muncul gerakan anti ISIS oleh mainstream kelompok pemberontak terhadap ISIS yang dinilai telah melampaui batas dengan mengambil teritorial dan sumber penghasilan dari kelompok pemberontak yang lain. 2 Februari 2014 al-Qaeda General command merilis pengumunan bahwa ISIS bukan cabang dari Qaidat al-Jihad (al-Qaeda) dan menyatakan tidak ada keterkaitan dan tidak bertanggungjawab atas aksi-aksi brutal ISIS.

 Gambar Relasi ISIS dengan Jaringan kelompok Radikal Global

sdfwefdwef

       Pada perkembangan berikutnya perang wacana dan narasi antara ISIS dan al-Qaeda berlanjut. Pihak ISIS tetap menganggap perjuangan mereka untuk mendirikan Islamic State seperti perjuangan Zarqawi, Abu Hamzah al-Muhajir, Abu Umar al-Baghdadi dan pemimpin Al-qaeda seperti bin Laden dan Abu Yahya al-Libi serta pemimpin al-Qaeda lain di AQAP. Dalam hal ini justru ISIS melihat al-Qaeda dalam kepemimpinan Zawahiri sebagai kekuasaan yang tidak legitimate dan menyeberang dari visi Bin laden. Sementara ISIS merasa perjuangan mereka sebagai warisan dari Osama bin Laden yang sebenarnya, tetapi melalui bendera baru yang bernama Islamic State (IS).

           Dengan kekuatan yang dimiliki oleh ISIS saat ini dengan banyak para pejuang asing yang berdatangan, ISIS merupakan gerakan yang kuat di Suriah. Sejak Januari 2014 banyak nasionalis, Islam mainstream dan bahkan JN tidak mampu mengalahkan keberadaan ISIS. Bahkan ISIS sudah mulai merambah Irak yang dulu pernah mengalami kegagalan. Selain itu, keinginan ISIS untuk mewujudkan proto-satate dengan jargon proyek khilafah telah banyak menarik minat para kelompok yang jihad. Artinya ISIS hari ini tidak hanya berbicara berdirinya Islamic State tetapi sedang berjalan mengarah pendirian tersebut. Apa yang dilakukan ISIS Nampak lebih nyata bagi sebagian kelompok yang mengatasnamakan jihad. Bagi mereka proyek al-Qaeda belum menampakkan hasil sama sekali, sementara ISIS terus berupaya untuk membangunan fondasi negara sebagai tujuan yang mereka idamkan tersebut.

Peta Kekuatan ISIS:

Dari Kekuatan Pendanaan, Pasukan Militer (Foreign Terrorist Fighter)  Hingga Propaganda Online

         Setelah takluknya al-Qaeda dalam serangan yang dilakukan oleh AS di beberapa daerah di Timur Tengah, ancaman baru muncul sebagai kekuatan baru yang tidak kalah dari al-Qaeda. Setidaknya ada dua kekuatan yang menjadikan ISIS patut diperhitungkan dan menjadi ancaman baru bagi tatanan sosial politik di Timur Tengah. Pertama, kuatnya sumber dana ISIS sebagai bagian penting dalam aktifitas dan operasi mereka. Dalam rentang waktu 8 tahun, ISIS menjadi organisasi yang mampu mendanai diri sendiri tanpa terikat dengan donor. Bahkan ISIS catatan pemerintah AS menjadi salah satu kelompok teroris di dunia yang mempunyai sumber pendanaan terbaik. Dari mana kekuatan pendanaan mereka?

         Ketika ISIS berhasil merebut kembali Mosul salah satu kota terluas di bagian utara Irak, ISIS tidak hanya merebut peralatan militer tetapi juga menjarah bank pusat dengan berhasil mendapatkan sekitar $ 425 juta. Hal itu tentu saja menjadikan ISIS sebagai salah satu kelompok teroris yang terbaik dalam hal pendanaan. Beberapa cabang al-Qaeda kebanyakan menggantungkan diri pada bantuan pihak lain baik dari negara maupun bantuan organisasi besar lainnya. Namun, ISIS sangat independen dalam pendanaan aktifitas kejahatan yang mereka lakukan baik melalui perampasan, pemerasan maupun aktifitas illegal lainnya.

         Sejak masih bernama AQI pada tahun 2006, ISIS sudah mampu mempunyai dana sekitar $70juta hingga $200juta melalui aktifitas criminal yang mereka lakukan. Salah satu pendapatan terbesar mereka didapatkan dari penyelundupan minyak, uang tebusan dari penyanderaan dan korupsi politik.

          Walaupun pada awalnya AQI merupakan cabang dari al-Qaeda, AQC melalui Zawahiri bahkan pernah meminta bantuan share dana kepada ISIS ketika ada kebijakan dari AS untuk memutus jalur dan jaringan pendanaan teroris. Hubungan antara ISIS dengan al-Qaeda memang sering tidak harmonis, tetapi pada tahun 2005 Zawahiri dengan merendahkan diri meminta bantuan pendaan terhadap ISIS. Dalam masa hubungan yang tidak harmonis dengan al-Qaeda pusat, ISIS merasa bangga dan superior dengan eksistensi pendanaan mereka yang tidak terikat dan independen.

          Bagi ISIS mandiri dalam hal pendanaan dengan tidak terikat dari donor dan negara di timur tengah memberikan keuntungan untuk tidak terikat dari hambatan dan permintaan dari donor yang menghambat gerakan mereka. Hal itu menjadi jelas misalnya pada percekcokan antara ISIS dengan JN di Suriah. Ketika itu al-Qaeda melalui Zawahiri meminta ISIS menarik diri untuk kembali ke Irak dalam perebutan wilayah di suriah dengan JN.

           Ketika ISIS berinkarnasi menjadi IS dengan cakupan yang lebih luas organisasi ini bahkan lebih kaya dari negara-negara kecil. Mosul setelah ditaklukkan telah menjadi epicentrum kejahatan pendanaan mereka saat ini. Jika sebelumnya ISIS diprediksi memiliki kekayaan dari $100-200 juta saat ini diperkirakan sekitar $2milyar. Pendanaan yang cukup besar untuk yang membuat mereka percaya diri untuk membangun negara dengan status khalifah yang mengangkat Baghdadi sebagai amir. Diperkirakan setelah deklarasi kekhalifahan ISIS akan mampu memperlebar jaringan pendanaan mereka atas nama legitimasi pendirian kekhilafahan.[1]

           Apa yang ingin ditegaskan dari poin bahwa memerangi ISIS tidak hanya cukup dilakukan di medan perang memalui pertempuran. Hal serupa pernah dilakukan oleh AS ketika bersama-sama dengan masyarakat lokal dalam mengalahkan AQI. Namun, dengan kekalahan tersebut, AQI justru menjai kuat kembali dan menjelma menjadi ISIS dengan kekuatan yang lebih besar. Hal tidak kalah pentingnya adalah memutus jaringan dan rencana kriminalitas sumber dana ISIS di Irak dan beberapa wilayah lain.

         Kedua, kekuatan ISIS adalah dari pasukan militer yang terdiri dari masyarakat lokal yang simpati, dan pejuang yang mengklaim jihad dari penduduk di luar Irak dan Suriah. Penguasaan ISIS di Mosul menjadikan landasan bagaimana organisasi ini  mengorganisir kader dan pejuang asing yang beroperasi di batas kabur di perbatasan Irak-Suriah. Setelah deklarasi ISIS, berbondong-bondong pasukan asing memadati perbatasan di bawah bendera ISIS. Memanfaatkan batas bagian barat Irak dan bagian timur Suriah, ISIS menjadikan wilayah strategis tersebut sebagai ruang operasi yang mereka anggap sebagai dua propinsi bagian dari wilayah negara Islam yang mereka bangun.

        Selain penduduk setempat dan pejuang asing, ISIS juga banyak memanfaatkan pasukan dari pembongkaran penjara seperti penjara Abu Ghraib di Irak dengan membebaskan beberapa narapidana yang terlibat dalam perang sahwa. Memang di antara narapidana tersebut kebanyakan adalah penduduk asing. Dalam perkiraan ada sekitar 500 orang yang mereka bebaskan dari penjara untuk direkrut menjadi pasukan.[2]

        Ketiga, metode inovatif yang dilakukan ISIS dengan memanfaatkan sosial media dan aplikasi mobile phone untuk merekrut pendukung dan pasukan. Apa yang dilakukan ISIS ini menjadi suatu model baru atau pergeseran paradigma dalam gerakan terorisme global. ISIS telah melampuai apa yang dilakukan oleh al-Qaeda melalui organisasi sentrisme ke gerakan yang melintasi struktur organisasi. Counter terrorisme dalam hal ini dingatkan dari bagaimana pola baru yang diterapkan oleh ISIS ini.

          Apa yang dilakukan ISIS hari ini melalu propaganda media online tidak hanya menggemparkan dunia, tetapi secara khusus bagi al-Qaeda yang hanya mengandalkan ketaatan ideologis secara ekslusif. ISIS menerapkan penyebaran ideology secara besar-besaran melalui pesan online dan propaganda visual untuk menginspirasi individu dan organisasi terlibat dalam gerakan mereka. Mereka memanfaatkan media online tersebut dengan di situs sepertu Ask.fm untuk menemukan petunjuk, video, e-magazine yang bisa mereka download. Selain media online, media sosial seperti instagram dan twitter.

[1] Matthew Levit “ Declaring an Islamic State, Running a Criminal Enterprise” diakses dari  http://www.washingtoninstitute.org/policy-analysis/view/declaring-an-islamic-state-running-a-criminal-enterprise, 7 Juli 2014

[2] Aaron Y. Zelin, http://www.washingtoninstitute.org/policy-analysis/view/the-return-of-sunni-foreign-fighters-in-iraq juni 12, 2014