Iran Tak Akan Biarkan ISIS Hadir di Perbatasan

Iran Tak Akan Biarkan ISIS Hadir di Perbatasan

Kabul – Iran tidak akan membiarkan kelompok teroris ISIS hadir di perbatasan Afghanistan dan Iran. Presiden Iran Ebrahim Raisi memperingatkan hal itu pada Minggu (18/9).

“Kami tidak akan mengizinkan organisasi teroris dan ISIS didirikan di dekat perbatasan kami dan menyerang negara dan kawasan lain,” ujar Raisi saat mengakhiri kunjungan ke Tajikistan, dikutip reuters, Minggu (18/9).

“Kehadiran ISIS di Afghanistan berbahaya tidak hanya bagi Afghanistan tetapi juga kawasan itu,” papar dia kepada televisi pemerintah.

Taliban merebut ibukota Afghanistan pada 15 Agustus, memanfaatkan kekosongan yang disebabkan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara itu dan runtuhnya militer Afghanistan.

Iran yang berbatasan 900 kilometer dengan Afghanistan, tidak mengakui Taliban selama masa kekuasaan mereka pada 1996 hingga 2001.

Namun Teheran tampaknya melunakkan sikap kerasnya terhadap Taliban belakangan ini atas nama pragmatisme.

Iran telah menekankan bahwa Taliban harus menjadi “bagian dari solusi masa depan” di Afghanistan.

Penguasa baru Afghanistan telah membentuk pemerintahan yang seluruhnya terdiri dari Taliban dan hampir seluruh jabatan dipegang kelompok etnis Pashtun.

“Pemerintah yang hanya dimiliki satu etnis atau kelompok politik tidak dapat menyelesaikan masalah Afghanistan,” tutur Raisi menyerukan pemerintahan baru dengan perwakilan dari berbagai kelompok di Afghanistan.