Intelijen Iran Tangkap 10 Militan ISIS, Diduga Kiriman Israel

Taheran – Kementerian Intelijen Iran menangkap 10 anggota kelompok teror Islamic State (ISIS), menurut media pemerintah Iran, Tasnim, pada Kamis (4/8/2022). Anggota ISIS itu dilaporkan, terkait dengan Israel.

Tidak ada rincian laporan dimana penangkapan itu dilakukan. Namun, media tersebut menyatakan bahwa 10 orang itu menargetkan upacara berkabung yang menandai kematian Husain Bin Ali, imam ke-tiga dalam ajaran Syiah.

Tasnim lebih lanjut melaporkan bahwa keterlibatan 10 anggota ISIS itu ada kaitannya dengan Israel. Menurutnya, Israel berupaya menggunakan ISIS untuk melancarkan operasinya.

“Setelah kegagalan besar dalam meledakkan situs sensitif di negara itu melalui teroris separatis yang dikenal sebagai Komoleh pekan lalu, rezim kriminal Zionis berusaha untuk melakukan operasi teroris melalui tim Takfiri-Daesh (ISIS), tentara bayarannya,” lapornya, mengutip pernyataan Kementerian Intelijen Iran.

Pasukan intelijen Iran disebut terus waspada dalam memantau kegiatan tentara bayaran, dengan menahan teroris di dua wilayah di barat dan selatan negara itu dan menyita semua peralatan peledak, perangkat komunikasi, dan senjata mereka. Dalam operasi itu pula, dilaporkan dua pasukan kementerian intelijen terluka akibat tembakan saat menangkap anggota ISIS.

Kementerian intelijen juga menyatakan akan berupaya keras untuk menjaga keamanan dan perdamaian negara dengan kuat dan cerdas.

Pekan lalu, Iran juga berhasil menangkap beberapa orang yang diduga bagian dari teroris anti-Iran yang didukung oleh intelijen Israel, Mossad. Mereka berupaya melakukan sabotase di beberapa lokasi sensitif. Upaya itu berhasil digagalkan di mana Iran menyita peralatan komunikasi dan peledak.

Iran dilaporkan sering menuduh musuhnya seperti Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi berupaya melakukan tindakan yang dapat membahayakan negara. Bulan lalu, dilaporkan bahwa jenderal senior di Korps Pengawal Revolusi Islam Iran bernama Brigjen Ali Nasiri ditangkap karena diduga menjadi mata-mata untuk Israel.

Media Times of Israel menyoroti penangkapan tersebut dan menyebut bahwa ada peningkatan tingkat ketidakpercayaan di antara pemimpin senior negara itu karena dugaan operasi Israel baru-baru ini di wilayahnya.