Beranda / Berita / Kegiatan / Hal Sosiologis dalam Beragama Jangan Memicu Perpecahan

Hal Sosiologis dalam Beragama Jangan Memicu Perpecahan

Ternate – Ketua Bidang Agama, Sosial, dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara, Ansar Tohe, menekankan pentingnya pengamalan hal-hal bersifat universal dalam beragama. Dia meminta aspek sosiologis dalam beragama tidak menjadikan timbulnya perpecahan.

“Contohnya model menutup aurat, itu sifatnya dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Itulah hal-hal yang saya maksud sosiologis. Bahwa menutup aurat itu normatif mutlak dilakukan, tapi caranya jangan menghadirkan pertentangan,” kata Ansar.

Demikian disampaikan Ansar saat menjadi pemateri di kegiatan Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT Maluku Utara, Kamis (15/8/2019). Dalam kegiatan tersebut 110 guru agama dari tingkat PAUD hingga SMP dan sederajar dihadirkan untuk diajak bersama-sama mencegah panyebarluasan paham radikal terorisme di lingkungan sekolah.

Dalam paparannya Ansar meminta guru mengedepankan sifat-sifat universal dalam pembelajaran agama kepada anak didiknya, yaitu kasih sayang dan saling menghormati. “Termasuk dalam cara menutup aurat tadi. Tentang bagaimana model yang digunakan, setiap anak harus diajarkan untuk saling menghormati satu dengan lainnya,” tegasnya.

Contoh-contoh sederhana tersebut, masih kata Ansar, apabila bisa ditanamkan sejak dini ke anak didik akan menjadikan mereka memiliki kepribadian yang dapat diterapkan dalam praktik kehidupan yang lebih luas.

“Menanamkan sikap saling menghormati terhadap segala hal kepada anak-anak penting dilakukan untuk membentuk karakternya yang mampu menciptakan kedamaian,” tandas Ansar.

Kepada para guru agama Ansar juga mengungkap faktor penyebab terjadinya terorisme yang tidak tunggal, yaitu pemikiran, ekonomi, politik, sosial, psikologi, dan pendidikan. Setiap guru agama wajib untuk terus meningkapkan kapasitas dan pengetahuannya untuk menopang tugas-tugasnya dalam mendidik.

“Pengetahuan yang luas pada setiap guru juga akan menjadikannya mampu membentengi diri dari pengaruh paham radikal terorisme,” pungkas Ansar. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Muhammadiyah Siap Bantu BNPT Lindungi NKRI dari Radikalisme dan Ekstremisme

Solo – Muhammadiyah siap membantu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memerangi penyebaran radikalisme dan ekstremisme. …