Hadiri Haul 1 Putra Bunda Indah, Deputi 1 BNPT Ajak Perkuat Ukhuwah untuk Ciptakan Ibu Tangguh

Medan – Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi (1) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Nisan Setiadi, SE, menghadiri Haul 1 Putra Bunda Indah, almarhum Rizky Adiguna di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (27/8/2022) malam. Pada kesempatan itu, Deputi1 mengajak mengajak para ibu-ibu dari Majelis Taklum Halimah untuk memperkuat ukhuwah agar menjadi pribadi yang tangguh dan terhindar dari intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Kita bersyukur hari ini bisa berkumpul untuk menghadiri Haul 1 putra Bunda Indah, almarhum Rizky Adiguna. Atas nama keluarga besar BNPT saya menghaturkan permohonan maaf karena bapak Kepala BNPT tidak bisa hadir, karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan sehingga beliau menugaskan saya dan para staf. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita menjadi lebih berkah lagi. Seperti tadi kita sampaikan, kalau kita bersyukur atas nikmat Allah maka akan dilipatgandakan nikmat itu. Tapi kalau kita kufur, siksa Allah sangat besar,” ujar Deputi 1 BNPT didampingi Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Pas. Drs. Sujatmiko.

Haul 1 almarhum Rizky Adiguna dihadiri ribuan ibu-ibu dari Majelis Taklum Halimah. Juga hadir para ulama dari Kota Medan. Hadir juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Dr. Ishak Ibrahim.

Nisan Setiadi menilai keberadaan Majelis Taklim Halimah ini sangat luar biasa. “Saya bisa begini juga karena ibu saya. Kalau begini semua, insha Allah generasi muda Indonesia akan menjadi generasi tangguh di masa depan,” imbuhnya.

Ia mengaku mendapat cerita banyak tentang almarhum Eky (Rizky Adiguna). Almarhum semasa hidup adalah pribadi yang bisa menjadi contoh baik. Ia juga seorang yang soleh, seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya dan akhlaknya luar biasa, akhlakul karimah, rahmatan lil alamin.

“Mudah-mudahan ditempatkan di surga Allah dan dijauhkan dari siksa api neraka, dijauhkan dari siksa kubur. Kemudian amal ibadahnya mengalir berkah bagi kita semua,” tutur Nisan.

Selain itu, Nisan berharap, kegiatan ini mengingatkan semua akan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. Karena orang yang paling baik atau orang yang paling sempurna adalah orang yang memberi manfaat kepada orang lain.

“Kalau orang tidak bermanfaat bagi orang lain, tidak ada gunanya. Rasul mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan semua makhluk,” terang Nisan.

Ia juga meminta para ibu yang hadir untuk mangambil hikmah kegiatan ini untuk selalu melakukan ukhuwah islamiyah. Karena ikatan persaudaraan yang kuat bisa menciptakan ibu-ibu tangguh sehingga jauh dari intoleran, radikalisme, dan terorisme.

“Dengan adanya kegiatan ini saya yakin, index resiko terorisme atau index potensi radikalisme akan turun. Insha Allah dengan adanya Majelis Taklim Halimah dan Rumah Komunikasi Lintas Indonesia yang digagas Bunda Indah, akan tercipta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” pungkas Nisan Setiadi.

Hal senada juga diungkapkan Bunda Indah. Tokoh toleransi Sumatera Utara ini mengajak para hadirin, terutama para ibu untuk berjihad dengan kebaikan juga selalu bersyukur dengan anugerah kehidupan yang diberikan Illahi.

“Kalau berjihad jangan saling fitnah, berjihadlah dengan kebaikan. Kalau kita tidak bisa sakinah, mawaddah, warrahman, bagaimana kita bisa memberikan bakti kepada negara, apalagi kepada sang pencipta,” kata Bunda Indah.

Ia juga mengajak meneladani sifat almarhum sang putra, yang sangat berbakti kepada orang tua dan agama.

“Saya bahagia menyerahkan Eky kepada Allah, sebagaimana ibrahim menyerahkan Ismail. Kenapa? Karena Rizky selalu menngabdikan hidupnya untuk orang lain, terutama ibunya. Itu sesuai tujuan keluarga kami yaitu surga. Bahkan seluruh harta keluarga nanti akan kami wakafkan untuk bangsa untuk kepentingan orang banyak,” ucap bunda Indah.