Generasi Muda diingatkan untuk Aktif cegah Paham Radikal Terorisme melalui Media Sosial

Medan – Pentingnya generasi muda dalam membangun wawasan kebangsaan sangat penting untuk ditanamkan. Sebagai ujung tombak bangsa di masa yang akan datang, maka sudah semestinya generasi muda menyadari tanggung jawab yang besar sebagai penerus bangsa. Tidak hanya mampu menguasai bidang akademis, namun generasi muda juga harus berani membangun kapasitas wawasan kebangsaan.

Hal ini terkait dengan kesadaran generasi muda yang memang harus menyadari tanggung jawabnya untuk terus memegang tonggak estafet perkembangan bangsa dan negara. Pentingnya generasi muda di dalam membangun wawasan kebangsaan ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, S.E., M.M

Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan BNPT.saat menjadi narasumber secara daring pada seminar bertema “Pendidikan Gerakan Anti Radikalisme” pada Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru yang diadakan oleh Universitas Sari Mutiara Medan pada Rabu (15/9/2021).

“Saya berpesan kepada adik-adik mengenai bagaimana pentingnya peran generasi muda didalam mencegah potensi radikal terorisme. Terlebih generasi muda saat ini adalah generasi milenial yang terbuka terhadap berbagai informasi,” ujar Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid.

Alumni Akpol tahun 1989 ini mengingatkan bagaimana kaum milenial memiliki potensi keterpaparan ideologi radicalism. Oleh karenanya kewaspadaan generasi muda terhadap informasi yang menyangkut kecenderungan terhadap intoleransi harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk individu generasi muda.

“Peran aktif adik-adik mahasiswa dalam menangkal ideologi radikal ini sangat dibutuhkan oleh bangsa, dikarenakan generasi muda merupakan pemain aktif gadget dan internet. Peran aktif generasi muda dalam penggunaan media sosial tersebutlah yang memposisikan generasi muda sebagai garda terdepan untuk mencegah tersebarnya paham radikal yang mengarah pada terorisme,” ujar perwira tinggi kelahiran Sleman, 17 Januari 1968 ini.

Hal tersebut menurutnya bisa dimulai dari kesadaran untuk menangkal berita hoax dan pesan pesan yang mengandung muatan intoleransi yang harus aktif dicegah secara bersama sama. Kalaupun generasi muda mendapatkan adanya temuan potensi penyebaran ideologi radikalisme tersebut, dirinya berpesan agar generasi muda dapat melaporkannya ke aparatur terdekat seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau bahkan di lingkungan kampus adalah dosen dan juga tokoh masyarakat.

“Peranan anak muda dalam masyarakat cukup kalau ada kejadian peristiwa yang mencurigakan segera laporkan. Dimana ada Babinsa di Koramil, ada Bhabinkamtibmas di Polsek atau mungkin ke dosen atau ke tokoh masyarakat kalau di lingkungan kampus atau tempat tinggalnya,” ujar mantan Kadensus 88/Anti Teror Polda DIY ini.

Untuk itu dirinya juga mengingatkan bagaimana kewaspadaan dan peran generasi muda agar tidak menjadi masyarakat umum yang diam dan membiarkan tersebarnya paham radikalisme. Selain itu juga bagaimana peran aktif generasi muda juga harus dibungkus dengan cara yang santun, menjadi contoh dengan ajaran budi pekerti dan kebaikan serta menyebarkan kedamaian serta toleransi.

“Anak-anak muda dan masyarakat yang moderat dan menjadi mayoritas ini jangan diam atau jadi silent majority, nggak boleh itu. Semuanya harus militan harus aktif, apa lagi di dunia maya atau di media sosial, harus aktif untuk menangkal ujaran kebencian provokatif adu domba dengan cara-cara yang baik dan santun,” ujar mantan Kapolres Gianyar ini.

Dirinya juga memberi pesan optimisme bahwa generasi muda adalah generasi yang memiliki sejarah bangsa yang besar, yang mana penerusnya saat ini adalah generasi yang luhur dalam memelihara konsensus nasional bangsa Indonesia.

“Sebagai generasi yang luhur dan hebat kalau kita berpegang teguh memelihara konsensus nasional bangsa Indonesia yaitu menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa yang bisa memotivasi dan mengintegrasikan, kuncinya adalah Pancasila, NKRI harga mati, dan Indonesia emas ada di punggung generasi muda terutama di anak-anak muda para mahasiswa,” ujarnya mengakhiri.