FKPT: Negara Tidak Akan Kalah oleh Propaganda Kelompok Teroris

Banjarmasin – Beberapa hari kemarin muncul petisi di media sosial mengatasnamakan oknum mantan narapidana terorisme (napiter) meminta agar lembaga negara yang bertanggung jawab dalam penanggulangan terorisme yaitu bahwa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)dibubarkan. Dalam petisi disebutkan BNPT lambat merespons program deradikalisasi bagi napiter yang dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di daerah.

Menanggapi petisi itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan (Kalsel) Aliansyah Mahadi menegaskan negara tidak akan kalah atas propaganda kelompok teroris.

“Seluruh elemen masyarakat bersatu padu menolak segala bentuk politik adu domba dan pecah belah oleh kelompok teroris. Karena hanya kelompok teroris yang menginginkan BNPT RI bubar,” kata Aliansyah di Banjarmasin, Rabu (22/9/2021).

Aliansyah menyinggung munculnya petisi mengatasnamakan oknum mantan narapidana terorisme (napiter) meminta agar lembaga negara yang bertanggung jawab dalam penanggulangan terorisme dibubarkan. Dalam petisi disebutkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) lambat merespons program deradikalisasi bagi napiter yang dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di daerah.

Petisi tersebut kemudian direspons oleh FKPT di 32 provinsi. FKPT merupakan mitra strategis BNPT RI di setiap daerah yang bertugas melaksanakan program pencegahan dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat, guna menekan potensi radikalisme di Indonesia.

“Ini merupakan bukti bahwa BNPT milik segenap masyarakat Indonesia. BNPT–FKPT adalah representasi kehadiran Pemerintah untuk masyarakat dalam penanggulangan terorisme,” ujar Aliansyah.

Oleh karena itu, kata dia lagi, pengurus FKPT seluruh Indonesia menyatakan sikap BNPT Republik Indonesia adalah amanat Undang-Undang Dasar 1945 tercantum dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 dan keberadaan BNPT RI adalah representasi seluruh elemen masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam melawan kejahatan kemanusiaan, aksi teror dan disintegrasi bangsa yang diakibatkan oleh kelompok teroris.

Dia menegaskan BNPT dan FKPT bersama seluruh elemen masyarakat telah berkolaborasi dalam menekan potensi radikalisme di Indonesia.

“Salam Satria: Sinergi antiterorisme, sinergi antiradikalisme, sinergi anti-intoleran, sinergi antianarkisme,” tegas Aliansyah.