Beranda / Berita / Kegiatan / FKPT Gorontalo Libatkan Guru dalam  Pencegahan Radikalisme Terorisme

FKPT Gorontalo Libatkan Guru dalam  Pencegahan Radikalisme Terorisme

Gorontalo – Guru adalah salah satu unsur penting dalam membentuk karakter bangsa karena itu guru memainkan peran penting dan menjadi titik sentral menuju kehidupan masyarakat yangdamai saling menghormati dan cinta tanah air. Demikian kata Kabid Agama dan Sosial Budaya Forum Komunikasi Pencegahan terorisme (FKPT) Gorontalo, Dr. Misbahuddin dalam laporannya pada acara seminar dan dialog “harmony dari sekolah” yang melibatkan seratus lebih tenaga pengajar di Provinsi Gorontalo yang terdiri dari guru Paud, SD, SMP dan SMA

Dialog yang dibuka oleh Ketua FKPT Manado,  Abdullah Hayati dan diadakan di Hotel Grand Q Gorontalo dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat antara lain Imam Besar Mesjid Agung Gorontalo dan pengurus FKPT Gorontalo. Abdullah mengatakan bahwa pencegahan paham radikal terrorist  akan akan dilakukan di Provinsi Gorontalo melalui Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) meskipun sampai saat ini  hanya mampu menyelenggarakan lima atau enam kali kegiatan dalam setahun mengingat keterbatasan dana yang tersedia. FKPT yang sudah berdiri sejak tahun 2016 kini mulai dikenal di masyarakat dan secara aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi pencegahan paham radikal terorisme baik secara langsung maupun tidak langsung dan bekerjasama dengan lembaga lembaga yang ada di Gorontalo. Abdullah mengharapkan agar acara yang akan berlangsung selama satu hari ini dapat memberi pencerahan kepada semua yang terlibat tentang ancaman radikal terorisme yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ini merupakan sebuah tantangan yang sedang dihadapi dan harus dihadapi bersama-sama untuk menghindari munculnya benih-benih perpecahan di tengah-tengah masyarakat kita.

Sementara itu hadir dalam memberi presentasi antara lain Dr. Suaib Tahir , MA yang mewakili Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),  Mahnan Marbawi dari Asosasiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) dan Imam Besar Mesjid Agung Gorontalo KH. Drs, Abdurrasyid Kamaru.

Para nara sumber menegaskan bahwa salah satu faktor munculnya paham-paham radikal ekstremisme adalah pemahaman yang keliru terhadap teks-teks agama dan fanatisme mazhab tersendiri padahal para salafussalih dan ulama ulama kita telah mengingatkan  agar kita senantiasa menghormati pendapat orang lain dan tidak mengklaim pandangan sendiri sebagai satu-satunya paham yang paling benar. Fenomena ini muncul dan berkembang akibat kesungguhan untuk mempelajari ajaran-ajaran agama secara serius semakin minim padahal tidak sedikit nilai-nilai dan ajaran agama yang mengajarkan nilai-nilai  universal yang harus selalu menjadi pijakan dalam berpikir dan bermuamalah. Selain faktor itu, juga salah satu yang menyebabkan penyebaran paham ini adalah minimnya perhatian kita terhadap fenomena-fenomena sosial yang mengancam keberagaman kita, masing-masing orang sibuk dengan urusannya sendiri dan sudah tidak lagi mempedulikan keadaan dan kondisi masyarakat di sekitarnya. Inilah yang mendorong BNPT dan FKPT terus aktif melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat agar masyarakat sadar akan dampak dan bahaya paham itu dan semua pihak dapat terlibat dalam pencegahan paham ini.

Selain dialog, acara yang diselenggarakan oleh FKPT tersebut juga diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tujuannya melatih para guru dan pendidik bagaimana menciptakan harmonisasi dalam kehidupan di ruang-ruang sekolah sehingga para peserta didik dapat memperoleh pengetahuan tentang pentingnya hidup dalam keberagaman dan harmonisasi antara sesama.

 

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Perangkat Desa di Jatim Diberikan Pemahaman Bahaya Internet dalam Terorisme

Sidoarjo – BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Selasa (16/7/2019), menggelar kegiatan …