Damailah Indonesiaku https://damailahindonesiaku.com Bersama Cegah Terorisme! Fri, 10 Jul 2020 13:57:17 +0000 id-ID hourly 1 108824231 Perusahaan Swasta harus turut serta menjadi Agen Penyebaran Nila-nilai Kedamaian dan Anti Radikalisme https://damailahindonesiaku.com/perusahaan-swasta-harus-turut-serta-menjadi-agen-penyebaran-nila-nilai-kedamaian-dan-anti-radikalisme.html Fri, 10 Jul 2020 13:57:08 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37293
Jakarta – Kalangan perusahaan swasta diharapkan bisa ikut serta menjadi agen penyebaran nilai-nilai kedamaian, anti radikalisme dan melakukan deteksi dini di lingkungannya. Hal ini sebagai upaya untuk membangkitkan semangat persatuan dan membangun perlawanan dalam membentengi perkembangan gerakan radikal. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industry (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, MBA, dalam sambutannya …

Baca Artikel Lengkap Perusahaan Swasta harus turut serta menjadi Agen Penyebaran Nila-nilai Kedamaian dan Anti Radikalisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Jakarta – Kalangan perusahaan swasta diharapkan bisa ikut serta menjadi agen penyebaran nilai-nilai kedamaian, anti radikalisme dan melakukan deteksi dini di lingkungannya. Hal ini sebagai upaya untuk membangkitkan semangat persatuan dan membangun perlawanan dalam membentengi perkembangan gerakan radikal.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industry (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, MBA, dalam sambutannya pada acara Sarasehan dan Seminar Pencegahan Online bersama Perusahaan Swasta. Seminar yang mengambil tema “Langkah Praktis Pencegahan Radikalisme Di Lingkungan Perusahaan Swasta” yang diselenggarakan Subdit Kontra Propaganda pada Direktorat Pencegahan di Kedeputian I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang.digelar pada Kamis (9/7/2020).

“Untuk ikut membentengi radikalisme ini di perusahaan-perusahaan swasta dapat juga melakukan beberapa hal antara lain dengan memfasilitasi kegiatan penyuluhan atau diskusi terkait dengan pilar-pilar kebangsaan yang meliputi pengamalan Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Ketua Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, MBA.

Lebih lanjut Rosan mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti tersebut diatas akan dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Selain itu perusahaan-perusahaan swasta juga bisa memfasilitasi pembentukan forum kerukunan untuk mengamalkan nilai-nilai kedamaian, toleransi dan inklusifisme.

“Selain itu kita juga bisa memfasilitasi pembentukan tim kewaspadaan dini, memfasilitasi keuntungan tim penanggulangan dan juga pencegahan paham radikalisme untuk membantu BNPT,” ujar pria peraih gelar Master dari European University di Antwerpen ini.

Melihat hal tersebut pihaknya berharap kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk bisa membantu mengembangkan berbagai bentuk kemitraan dengan masyarakat yang membutuhkan akses sosial untuk mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan ketidakadilan ddalam rangka pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

“Dengan latar pemandangan di atas, saya atas nama Kadin Indonesia menyampaikan rasa terima kasih dan juga dukungan yang setinggi-tingginya kepada BNPT dalam upaya terus menanggulangi dan juga mencegah radikalisme di Indonesia,” ujar pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1968 ini.

Lebih lanjut Rosan menjelaskan bahwa perkembangan radikalisme di Indonesia memang sudah ada sejak tahun 1950. Dan pasca reformasi, dimana era demokratisasi sampai pada masa saat ini membuat banyak gerakan-gerakan yang beraroma radikal ini bertumbuh. Apalagi di era digital ini dengan memanfaatkan media sosial di alam kebebaskan ini untuk juga merubah perilaku dan paham individu atau kelompok berdasarkan nilai-nilai serta paham ideologi yang dianutnya.

“Paham radikal sini menyentuh hampir semua lini masyarakat, baik masyarakat sipil, BUMN dan swasta bahkan tadi seperti disampaikan oleh Kepala BNPT termasuk aparat kemanana. Radikalisme ini dapat dikenali dari sikap sikapnya seperti intoleransi, fanatik, merasa benar sendiri, eksklusif seperti dengan membedakan diri sendiri dari yang lain dan juga menggunakan cara-cara kekerasan, bukan jalan damai,” katanya.

Oleh karena itu penanggulangan dan pencegahan radikalisme ini merupakan program harus yang harus ditangani secara bersama-sama baik itu oleh pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan secara sistematis masif dan juga terstruktur. Sehingga seluruh komponen dapat membentengi pengaruh atau paham ideologi dari gerakan radikalisme tersebut.

“Gerakan radikalisme ini didorong oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Internal antara lain kita tahu dari masalah keluarga, kondisi kejiwaan dan psikologis seseorang individu, sehingga merasa tidak bahagia, kecewa dan frsutasi. Mereka ini adalah golongan individu yang mudah terjerumus dalam rangka mengikuti paham dan gerakan radikal,” ujar pria yang pada pengurusan Kadin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial ini.

Sementara untuk faktor eksternal menurutnya bisa bersumber dari perkembangan di tingkat Global, paham paham agama yang radikal dan timbulnya kelompok-kelompok radikal, perkembangan politik nasional dan juga faktor kemiskinan.

“Perkembangan tingkat Global contohnya konflik di Timur Tengah yang telah menimbulkan paham-paham yang keras, tidak toleran, berkembangnya kelompok-kelompok radikal di Indonesia bahkan mungkin juga motif poliik yang tidak sesuai dengan paham atau ideologi yang dianut oleh segelintir kelompok tersebut,” katanya.

Untuk itu menurutnya, upaya pencegahan dan penanggulangan radikalisme dikalangan perusahaan swasta ini harus memperhatikan beberapa sektor, baik internal maupun juga faktor eksternal.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada BNPT dan BUMN yang telah meluncurkan buku panduan pencegahan radikalisme di BUMN dan juga di Perusahaan Swasta bebrapa waktu lalu. Yang mana hal itu diharapkan bisa menjadi panduan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pekerjaannya masing-masing.

“Hal ini dalam rangka kita juga mengidentifikasi dan dari penyebaran radikalisme di perusahaan dan juga sebagai langkah untuk menetapkan langkah-langkah sistematis dan terstruktur untuk melawan radikalisme ini di lingkungan perusahaan swasta,” ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap Kadin bisa terus u bekerja sama dengan BNPT untuk mengembangkan organisasi dengan menggunakan buku panduan dalam memberikan pengertian dengan cara yang lebih sederhana, praktis dalam pencegahan radikalisme di kalangan perusahaan masing-masing. Piahknya pun juga sudah menyebarka dam memberikan buku ini kepada seluruh Kadim di seluruh provinsi dan juga kepada level kabupaten/kota.

“Dan mereka menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPT dan juga BUMN. Semoga sarasehan ini dapat menghasilkan masukan-masukan dan inputan yang efektif, produktif dalam rangka kita menanggulangi dan juga mencegah radikalisme di Indonesia, khususnya di kalangan perusahaan swasta sehingga terwujud Indonesia yang damai, adil dan sejahtera,” kata Rosan mengakhiri.

Seperti diketahui, acara seminar ini diikuti pula oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amr,MH, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D dan Direktur Pencegahan BNPT, Irjen Pol. Ir. Hamli, ME, sebagai narasumber. Acara ini diikuuti perwakilan Direksi Perusahaan Swasta, Kepala HRD Group Perusahaan, Pengurus Kadin Indonesia dan Pengurus Asosiasi dari berbagaii Perusahaan.

Baca Artikel Lengkap Perusahaan Swasta harus turut serta menjadi Agen Penyebaran Nila-nilai Kedamaian dan Anti Radikalisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37293
Putus Rantai Penyebaran Paham Radikal di Perusahaan, Karyawan harus dibekali Pengetahuan tentang Indikasi dan Gejalanya https://damailahindonesiaku.com/putus-rantai-penyebaran-paham-radikal-di-perusahaan-karyawan-harus-dibekali-pengetahuan-tentang-indikasi-dan-gejalanya.html Fri, 10 Jul 2020 13:52:42 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37289
Jakarta – Upaya pencegahan paham radikal terorisme di lingkungan perusahaan swasta merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai terorisme di Indonesia. Karena terorisme ini terjadi dimulai dengan pengaruh paham dan ideologi radikal yang menyasar siapapun atau kelompok-kelompok yang rentan dan bahkan tidak menutup kemungkinan karyawan perusahaan swasta pun juga dapat terpengaruh paham radikal terorisme …

Baca Artikel Lengkap Putus Rantai Penyebaran Paham Radikal di Perusahaan, Karyawan harus dibekali Pengetahuan tentang Indikasi dan Gejalanya ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Jakarta – Upaya pencegahan paham radikal terorisme di lingkungan perusahaan swasta merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai terorisme di Indonesia. Karena terorisme ini terjadi dimulai dengan pengaruh paham dan ideologi radikal yang menyasar siapapun atau kelompok-kelompok yang rentan dan bahkan tidak menutup kemungkinan karyawan perusahaan swasta pun juga dapat terpengaruh paham radikal terorisme tersebut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, MH, dalam sambutannya saat membuka acara menggelar Sarasehan dan Seminar Pencegahan Online bersama Perusahaan Swasta. Seminar yang mengambil tema “Langkah Praktis Pencegahan Radikalisme Di Lingkungan Perusahaan Swasta” digelar pada Kamis (9/7/2020) siang ini.

Seminar ini diselenggarakan Subdit Kontra Propaganda pada Direktorat Pencegahan di Kedeputian I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

“Karena itulah, sejak dini para karyawan dan masyarakat secara umum harus dibekali pengetahuan tentang indikasi, gejala dan langkah praktis dalam mencegah penyebaran paham dan ideologi radikal ini yang bisa menyasar kepada siapapun, bahkan tidak menutup kemungkinan karyawan perusahaan swasta bisa juga terpengaruh paham radikal tersebut,” kata Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar.

Lebih lanjut Kepala BNPT menjelaskan bahwa radikalisme sebagai suatu paham berpotensi mendorong pada aksi kekerasan dan terorisme yang telah menggunakan berbagai pola penyebaran dan rekrutmen. Hal ini sangat penting diketahui oleh pemegang kebijakan di lingkungan kerja sebagai panduan untuk menilai dan mengawasi lingkungan kerja masing-masing.

“Dalam banyak kasus di lingkungan kerja, fenomena radikalisme ini banyak memanfaatkan ruang-ruang terutup dan aktifitas ekslusif yang sulit dideteksi dan diawasi. Selain itu, gejala radikalisme di lingkungan kerja juga acap kali memanfaatkan kegiatan keagamaan untuk menanamkan doktrin ekslusif, intoleran dan anti perbedaan,” ujar mantan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Waka Lemdiklat) Polri ini.

Karena itu menurut alumni Akpol tahun 1988 ini, fenomena ini harus segera dikenali, dipahami dan diberikan porsi perhatian serius oleh para pemegang kebijakan di lingkungan kerja. Karena jika tidak, fenomena ini sangat mengganggu terhadap budaya korporasi yang sehat yang menanamkan kerjasama dan kebersamaan.

“Karena kalau ini dibiarkan dapat merusak pemikiran para karyawan di perusahaan tersebut. Dan yang paling membahayakan bahwa radikalisme ini akan merusak pandangan ideologi dan wawasan kebangsaan karyawan sehingga karyawan tersebut bisa-bisa memilih jalan kekerasan untuk melakukan aksi teror. Itu tidak boleh terjadi,” ujar mantan Kapolda Papua ini

Kepala BNPT kembali menjelaskan bahwa terorisme adalah manifestasi tindakan yang dihasilkan oleh paham dan pemikiran yang radikal. Terorisme sendiri muncul karena didorong oleh keterpengaruhan seseorang dari paham dan ideologi radikal.

“Karena itulah dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018, istilah terorisme sebagai suatu paham dan ideologi selalu disebut dengan istilah “radikal terorisme”. Sementara salah satu upaya untuk memutus mata rantai itu disebut dengan kontra radikalisasi di masyarakat yang dianggap rentan terpengaruh paham tersebut,” ucap mentan Kepala Divisi Humas Polri ini

Untuk itulah Kepala BNPT kembali enegaskan bahwa tidak ada tendensi untuk menaruh curiga apalagi menuduh adanya radikalisme di lingkungan perusahaan swasta. Nnamun, upaya pencegahan ini berangkat dari kesadaran bahwa tidak ada satupun masyarakat yang imun dari pengaruh paham radikal dan ideologi kekerasan.

“Jangankan karyawan dan pegawai perusahaan, di lingkungan TNI, Polri dan ASN pun sangat rentan dari pengaruh paham ini. Tidak sedikit fakta yang berbicara tentang keterpengaruhan para pegawai di lingkungan pemerintahan yang sudah terpapar dari paham radikal, intoleran teror,” ucap mantan Kapolda Banten ini.

Namun demikian menurut Kepala BNPT, persoalannya adalah bukan di mana mereka ini bekerja tetapi sejauh mana individu dan masyarakat memiliki daya tahan atau resiliensi dan daya tangkal atau resistensi yang kuat dalam menghadapi pengaruh paham ini. “Karena itulah, upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama untuk membentengi masyarakat khususnya di lingkungan kerja dari pengaruh ideologi kekerasan dan paham radikal,” tutur Komjen Boy Rafli.

Kepala BNPT sangat yakin bahwa penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan, penghargaan terhadap kearifan lokal dan wawasan keagamaan yang moderat di kalangan karyawan merupakan daya tahan dan daya tangkal yang kuat dalam menghadapi fenomena radikalisme. Rapuhnya wawasan kebangsaan, menipisnya pengetahuan kearifan lokal dan menguatnya pemahaman keagamaan yang tekstual dan dangkal merupakan kerentanan yang melekat dalam diri seseorang dan kelompok yang harus diwaspadai sejak dini.

“Karena itulah, bapak-ibu hadirin dari jajaran Direksi, HRD dan pemegang kebijakan di lingkungan kerja harus mempunyai langkah-langkah strategis dan taktis dalam mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan masing-masing. Di tengah kesibukan lingkungan kerja harus ada langkah yang praktis dan efektif tanpa menimbulkan kegaduhan dan menggangu iklim kerja,” ujar peraih gelar Doktoral bidang Komunikasi dari Universitas Padjajaran Bandung ini.

Untuk itu Kepala BNPT berpesan agar di lingkungan kerja harus ditumbuhkan rasa kebersamaan, kepekaan dan kepedulian terhadap gejala radikalisme yang tidak saja menjadi ancaman di lingkungan kerja, tetapi secara umum terhadap persatuan dan kedaulatan bangsa ini. Dalam hal ini tentu sebagai sebuah solusi tiada lain adalah senantiasa untuk meningkatkan penguatan falsafah negara, ideologi Pancasila yang merupakan karya agung dari para pendiri bangsa ini.

“Yang mana tentunya para pendiri bangsa yang juga didalamnya terdiri dari para ulama-ulama besar kita, tokoh-tokoh nasionalis, proklamator kita yang harus dapat kita yakini dan lestarikan nilai-nilainya. Kita harus yakin bahwa ideologi Pancasila merupakan jalan tengah keberagaman bangsa kita dari sudut pandang suku, agama, ras dan golongan yang membuat kita harus dapat untuk hidup berdampingan secara damai, penuh dengan semangat toleransi,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini

Kepada para pimpinan perusahaan yang mengelola perusahaan-perusahaan besar, Kepala BNPT juga meminta agar perusahan yang memiliki karyawanberagam latar belakang harus dapat disatukan dalam kebersamaan dan mengantisipasi kemungkinan adanya pengaruh paham-paham radikal intoleran, radikal terorisme yang begitu massif menyebar luaskan propagandanya melalui media saosial.

“Kita harus membangun dan mengupayakan agar tradisi penggunaan media sosial di ruang public dan dunia maya harus dapat kita pastikan bersama digunakan dengan penuh rasa tanggung jawab, disertai dengan suatu itikad yang baik, dan tentunya tidak mengupolad atau menybarluaskan, mendesiminasikan naarasi-narasi yang mengarah terjadinya diintegarasi bangsa, terjadinya perpecahan, terjadinya konflik social dan juga hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” ucap mantan Kapolrestabes Padang ini mengakhiri

Seperti diketahui, acara seminar ini diikuti pula oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, MBA, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D dan Direktur Pencegahan BNPT, Irjen Pol. Ir. Hamli, ME, sebagai narasumber. Acara ini diikuuti perwakilan Direksi Perusahaan Swasta, Kepala HRD Group Perusahaan, Pengurus Kadin Indonesia dan Pengurus Asosiasi dari berbagaii Perusahaan.

Baca Artikel Lengkap Putus Rantai Penyebaran Paham Radikal di Perusahaan, Karyawan harus dibekali Pengetahuan tentang Indikasi dan Gejalanya ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37289
Gandeng Kadin Indonesia, BNPT Gelar Sarasehan Online Pencegahan Penyebaran Paham Radikal Terorisme terhadap Perusahaan Swasta https://damailahindonesiaku.com/gandeng-kadin-indonesia-bnpt-gelar-sarasehan-online-pencegahan-penyebaran-paham-radikal-terorisme-terhadap-perusahaan-swasta.html Fri, 10 Jul 2020 09:37:06 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37286
Jakarta – Upaya pencegahan paham radikal terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh sehingga menyentuh semua kalangan masyarakat rentan. Salah satu yang telah dilakukan BNPT  adalah dengan melaunching “Buku Panduan Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Kerja BUMN dan Perusahaan Swasta” pada bulan Maret 2020 lalu. Buku panduan ini merupakan …

Baca Artikel Lengkap Gandeng Kadin Indonesia, BNPT Gelar Sarasehan Online Pencegahan Penyebaran Paham Radikal Terorisme terhadap Perusahaan Swasta ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Jakarta – Upaya pencegahan paham radikal terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh sehingga menyentuh semua kalangan masyarakat rentan. Salah satu yang telah dilakukan BNPT  adalah dengan melaunching “Buku Panduan Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Kerja BUMN dan Perusahaan Swasta” pada bulan Maret 2020 lalu.

Buku panduan ini merupakan bentuk kerjasama antara BNPT, BUMN dan KADIN untuk menjadi pegangan praktis baik Direksi maupun HRD (Human Resouces Development) dalam mengenali, memahami tanda ancaman terorisme dan pengetahuan bagi pemegang kebijakan di lingkungan kerja untuk mampu mendeteksi dini dan mencegah penyebaran radikalisme.

Sebagai tindak lanjut implemetasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme tersebut di Perusahaaan Swasta, BNPT melalui Subdit Kontra Propaganda pada Direktorat Pencegahan di Kedeputian  I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Sarasehan Pencegahan Online bersama Perusahaan Swasta.

Seminar yang mengambil tema “Langkah Praktis Pencegahan Radikalisme Di Lingkungan Perusahaan Swasta” digelar pada Kamis (9/7/2020) siang ini  melibatkan 100 peserta Perwakilan Direksi Perusahaan Swasta, Kepala HRD Group Perusahaan, Pengurus Kadin Indonesia, Pengurus Asosiasi Perusahaan Anggota.

“Sarasehan ini sebagai tindak lanjut dari launching buku tersebut, dimana BNPT secara berkesinambungan selalu memberikan pemahaman betapa pentingnya pencegahan paham radikal terorisme terutama dilingkungan pelaku usaha diantaranya perusahaan swasta,” kata Kasubdit Kontra  Propaganda BNPT, Kolonel Pas. Drs. Sujatmiko dalam laporan kegiatannya pada acara tersebut.

Seminar ini dihadiri pula oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, MBA, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH  Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D dan Direktur Pencegahan BNPT, Irjen Pol. Ir. Hamli, ME, sebagai narasumber

Lebih lanjut Kasubdit Kontra Propaganda BNPT menjelaskan bahwa tujuan diadakan sarasehan ini adalah untuk membangun daya tangkal masyarakat khususnya perusahaan swasta sehingga nantimya bisa mengajak masyarakat untuk terlibat dalam menyebarkan narasi-narasi pemahaman agama yang lurus, perdamaian, cinta tanah air, dalam rangka pencegahan terorisme di lingkungan swasta ditengah kondisi andemic COVID 19

“Tujuan lain yakni sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha/perusahaan swasta dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan menghadapi terorisme dan intoleransi di lingkungan kerja khususnya perusahaan swasta,” ujar mantan Alumni Sepa PK TNI tahun 1995 ini.

Tak hanya itu, sarasehan ini juga bertujuan untuk menggelorakan prinsip bela negara, setia dan cinta NKRI, implementasi ajaran agama yang damai, mencegah pengaruh radikalisme, serta mencegah pengaruh ajaran terorisme.

Radikalisme yang dimaksud yaitu Intoleransi, Anti NKRI, Anti Pancasila, dan Penyebaran Paham Takfiri. Radikalisme tidak bisa dikaitkan dengan agama tertentu dan tidak bisa dikaitkan dengan cara berpakaian seseorang, hal tersebut adalah stigma yang salah. Dalam banyak kasus di lingkungan kerja, modus eksklusif bisa diantisipasi karena acap kali hal tersebut adalah bagian dari proses indoktrinisasi.

Untuk itu mantan Kepala Dinas Operasi  (Kadisopos) Lanud Sam ratulangi Manado ini berharap dengan diadakannya sarasehan ini maka terjalinnya sinergitas dan kerjasama antara BNPT dengan Perusahaan Swasta melalui Kadin sebagai upaya pencegahan paham radikal terorisme ditengah pandemi COVID 19 ini.

“Sehingga dapat tecapainya upaya pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme khususnya di dunia maya melalui peran pelaku usaha/perusahaan swasta yang mana bisa menjadi referensi dalam membuat kebijakan strategis yang bisa dilakukan dalam melawan arus radikalisme di persuahaan swasta,” ujar mantan Komandan Batalyon Komando 466/Pasopati, Paskhas TNI-AU ini.

Sehingga dengan adanya sarasehan ini nantinya bisa meningkatnya pemahaman masyarakat khususnya para pelaku usaha/perusahaan swasta termasuk bisa menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya pelaku usaha untuk menangkal pengaruh penyebaran paham radikal terorisme di lingkungan kerja.

“Tentunya dengan adanya sarasehan ini juga dapat meningkatnya pengetahuan dan wawasan pelaku usaha/perusahaan swasta tentang narasi narasi ideologis yang sering disalahgunakan oleh kelompok terorisme . Yang mana nantinya kami juga berharap para peserta bisa meningkatnya pesan perdamaian di kalangan dunia usaha dan pelaku usaha dalam membendung penyebaran paham radikal terorisme tersebut,” ujar alumni Fisip Universitas Diponegoro Semarang ini mengakhiri

Baca Artikel Lengkap Gandeng Kadin Indonesia, BNPT Gelar Sarasehan Online Pencegahan Penyebaran Paham Radikal Terorisme terhadap Perusahaan Swasta ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37286
Bangun Zona Integritas, BNPT Optimalkan dan Sosialisasikan Program Unggulan dalam Penanggulangan Terorisme https://damailahindonesiaku.com/bangun-zona-integritas-bnpt-optimalkan-dan-sosialisasikan-proram-unggulan-dalam-penanggulangan-terorisme.html Fri, 10 Jul 2020 09:29:28 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37280
Bogor- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertekad untuk membangun zona integritas di dalam lingkungan kerja BNPT. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk itu saat ini BNPT sedang mempersiapkan program-program untuk mendukung tekad dalam membangung zona integritas tersebut. Hal tersebut disampaikan.Kepala Badan Nasional …

Baca Artikel Lengkap Bangun Zona Integritas, BNPT Optimalkan dan Sosialisasikan Program Unggulan dalam Penanggulangan Terorisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Bogor- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertekad untuk membangun zona integritas di dalam lingkungan kerja BNPT. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk itu saat ini BNPT sedang mempersiapkan program-program untuk mendukung tekad dalam membangung zona integritas tersebut.

Hal tersebut disampaikan.Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar MH, dalam sambutan saat menerima kunjungan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo di Kantor BNPT, Sentul, Bogor (7/10/2020).

“Saat ini BNPT sedang melakukan pembangunan zona integritas, zona bersih, bebas korupsi. Dan sekarang sudah kami sosialisasikan program unggulan dari masing-masing Kedeputian untuk nantinya akan kami jalankan,” ungkap Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Kepala BNPT pun mengatakan, pihaknya telah meminta kepada masing-masing-masing Kedeputian untuk bisa mengoptimalkan program-program unggulan yang sudah dijalankan BNPT selam ini dalam upaya penanggulangan terorisme di Tanah Air ini.

“Program-program unggulan dalam bidang penanggulangan terorisme yang sudah ada selama ini tentunya akan lebih kita optimalisasikan dalam membangun zona integritas tersebut,” ungkap mantan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Waka Lemdiklat) Polri ini.

Lebih lanjut Kepala BNPT menjelaskan, meski BNPT sendiri baru akan berumur 10 tahun pada 16 Juli nanti, namun BNPT harus segera siap dalam mengejar ketertinggalannya dari Kementerian/Lembaga (K/L) yang lain, sehingga BNPT nantinya bisa mewujudkan Lembaga yang bersih dan akuntabel.

“BNPT baru akan berulang tahun ke-10, kita termasuk ketinggalan jika tidak ikut program ini. Karena sebagian besar K/L lainnya sudah menerapkan zona integritas, maka kita juga harus segara terapkan. Dengan begitu diharapkan semoga BNPT bisa makin akuntabel, transparan dan kualitas kerjanya juga semakin baik,”ungkap mantan Kapolda Papua ini.

Lebih lanjut alumni Akademi Kepolisian tahun 1988 ini mengungkapkan, upaya BNPT dalam menjadikan lembaga yang menerapkan zona Integritas tak bisa lepas dari peran Kemenpan-RB. Dimana BNPT sendiri tentunya juga masih membutuhkan banyak arahan terkait penguatan organisasi dan birokrasi. Sehingga upaya reformasi birokrasi yang telah dicanangkan sebelumnya bisa berjalan.

“Kaitan BNPT dengan Kemenpan-RB ini tentunya sangat erat. BNPT baru akan berumur 10 tahun, tentunya banyak sekali hal-hal yang kami butuhkan, apakah itu arahan terkait reformasi birokrasi ataupun juga efisiensi BNPT kedepannya,” ungkap mantan Kepala Divisi Humas Polri dan mantan Kapolda Banten ini mengakhiri.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut Menpan-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan dukungannya terhadap tekad yang dimiliki BNPT. Dimana menurutnya semua Lembaga pada umumnya harus menjadi Lembaga yang beintegritas. Terkhusus untuk BNPT sendiri, Tjahjo mengingat, BNPT adalah sebuah lembaga yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang sangat luas.

“Saya sangat mendukung, dan memang itu harus, karena semua kementerian/lembaga pemerintah harus jadi zona integritas, tidak hanya BNPT. Tetapi BNPT ini adalah sebuah badan yang punya tupoksi yang besar dan luas, ada intelijen, ada territorial, operasional, hukum, jadi harus menjadi lembaga dengan integritas yang tinggi,” ungkap Tjahjo Kumolo mengakhiri

Pejabat BNPT yang turut mendampingi Kepala BNPT dalam menyambut kunjungan Menpan-RB tersebut yakni, Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol. Budiono Sandi S.H, M.H, Plt. Sekretaris Utama (Sestama) BNPT, Bangbang Surono, Ak, MM, Direktur Pencegahan BNPT, Irjen Pol. Ir. Hamli. M.E, Direktur Penindakan BNPT, Brigjen Pol. Drs. Torik Triyono, M.Si., Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol. Eddy Hartono S.I.K, Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris M.A, Kepala Biru Umum, Brigjen TNI Dadang Hendrayudha serta Inspektur BNPT, Buntoro Buntoro, Ak.,M.Ak.,CA, CFE, QIA, CPRHM.

Baca Artikel Lengkap Bangun Zona Integritas, BNPT Optimalkan dan Sosialisasikan Program Unggulan dalam Penanggulangan Terorisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37280
Jet Tempur Prancis Gempur Markas ISIS di Irak https://damailahindonesiaku.com/jet-tempur-prancis-gempur-markas-isis-di-irak.html Fri, 10 Jul 2020 06:45:20 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37272
Baghdad – Angkatan Udara Prancis telah mengerahkan sejumlah jet tempur andalannya untuk menggempur markas kelompok teroris ISIS di Kegubernuran Salahuddin, Irak. Dikutip dari Al-Masdar News, serangan yang menargetkan sejumlah markas ISIS itu dilakukan pada hari Selasa (7/7/2020) malam. Serangan udara pasukan militer Perancis itu telah menimbulkan kerugian besar pada kelompok ISIS Irak. “Serangan udara tersebut …

Baca Artikel Lengkap Jet Tempur Prancis Gempur Markas ISIS di Irak ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Baghdad – Angkatan Udara Prancis telah mengerahkan sejumlah jet tempur andalannya untuk menggempur markas kelompok teroris ISIS di Kegubernuran Salahuddin, Irak.

Dikutip dari Al-Masdar News, serangan yang menargetkan sejumlah markas ISIS itu dilakukan pada hari Selasa (7/7/2020) malam. Serangan udara pasukan militer Perancis itu telah menimbulkan kerugian besar pada kelompok ISIS Irak.

“Serangan udara tersebut dilakukan bersamaan dengan operasi militer Irak yang berlangsung terhadap pasukan Negara Islam di Kegubernuran Salahuddin,” kata pejabat militer Prancis yang tidak mau disebutkan namanya.

Operasi besar-besaran yang menargetkan markas ISIS di Kegubernuran Salahuddin Irak itu dibenarkan oleh Kementerian Pertahanan Irak.

Menurut Kementerian Pertahanan Irak, Angkatan Bersenjata Irak juga telah mengerahkan sejumlah jet tempurnya secara bersamaan dengan Angkatan Udara Perancis untuk menggempur basis pertahanan ISIS. Serangan ini disebut dengan sebutan Operasi Salahuddin.

Kementerian Pertahanan Irak juga telah mengkonfirmasi bahwa dalam serangan itu, jet tempur pasukannya telah berhasil menghancurkan beberapa kendaraan dan terowongan yang digunakan oleh kelompok teroris ISIS.

“Para pahlawan Angkatan Udara, Angkatan Darat, sambil memberikan dukungan kepada sektor-sektor militer dalam kepemimpinan Operasi Salahuddine, mampu menghancurkan kendaraan yang terjebak jebakan dan menghancurkan sebuah terowongan untuk geng teroris ISIS,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Irak.

Baca Artikel Lengkap Jet Tempur Prancis Gempur Markas ISIS di Irak ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37272
Polisi Inggris Tangkap 4 Pria Terkait Dugaan Terorisme https://damailahindonesiaku.com/polisi-inggris-tangkap-4-pria-terkait-dugaan-terorisme.html Fri, 10 Jul 2020 06:39:39 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37273
London – Pihak kepolisian Inggris berhasil menangkap empat pria terkait dugaan terorisme. Mereka dicurigai mempersiapkan aksi terorisme di wilayah Inggris. Dikutip dari AFP, Polisi Metropolitan (The Met) awalnya menangkap tiga pria berusia 17, 27 dan 31 tahun di dua alamat di London timur. Kemudian menahan pria keempat berusia 32 tahun wilayah Leicestershire, Inggris tengah. “Keempat …

Baca Artikel Lengkap Polisi Inggris Tangkap 4 Pria Terkait Dugaan Terorisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

London – Pihak kepolisian Inggris berhasil menangkap empat pria terkait dugaan terorisme. Mereka dicurigai mempersiapkan aksi terorisme di wilayah Inggris.

Dikutip dari AFP, Polisi Metropolitan (The Met) awalnya menangkap tiga pria berusia 17, 27 dan 31 tahun di dua alamat di London timur. Kemudian menahan pria keempat berusia 32 tahun wilayah Leicestershire, Inggris tengah.

“Keempat pria itu ditangkap karena dicurigai terlibat dalam komisi, persiapan atau hasutan aksi terorisme,” kata petugas Polisi The Met dalam sebuah pernyataan.

Polisi mengatakan, tak ada tindakan terukur, termasuk tembakan, saat penangkapan keempat pria itu.

Namun, kaki pria yang berusia 27 tahun digigit seekor anjing pelacak saat penangkapan dan telah dibawa ke rumah sakit. Tak ada luka yang serius yang dialami pria tersebut.

“Petugas mencari tiga alamat, dan pencarian juga dilakukan di alamat keempat di London timur sebagai bagian dari penyelidikan,” imbuhnya.

Proses penyelidikan dan penangkapan keempat pria ini dibantu petugas dari kepolisian pencegahan terorisme.

Baca Artikel Lengkap Polisi Inggris Tangkap 4 Pria Terkait Dugaan Terorisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37273
Taliban Bantah Sepakat Terkait Pertukaran Tahanan https://damailahindonesiaku.com/taliban-bantah-sepakat-terkait-pertukaran-tahanan.html Fri, 10 Jul 2020 06:30:22 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37269
Kabul – Kelompok militan Taliban, Kamis (9/7/2020) membantah bahwa mereka telah menyetujui daftar alternatif mengenai tahanan untuk memecah kebuntuan soal pertukaran tahanan. Masalah ini menghambat dimulainya perundingan untuk mencapai penyelesaian politik guna mengakhiri perang puluhan tahun di Afghanistan. “Tidak benar. Komisi tahanan telah memberitahu saya tidak ada keputusan yang diambil mengenai itu sejauh ini. Saya …

Baca Artikel Lengkap Taliban Bantah Sepakat Terkait Pertukaran Tahanan ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Kabul – Kelompok militan Taliban, Kamis (9/7/2020) membantah bahwa mereka telah menyetujui daftar alternatif mengenai tahanan untuk memecah kebuntuan soal pertukaran tahanan. Masalah ini menghambat dimulainya perundingan untuk mencapai penyelesaian politik guna mengakhiri perang puluhan tahun di Afghanistan.

“Tidak benar. Komisi tahanan telah memberitahu saya tidak ada keputusan yang diambil mengenai itu sejauh ini. Saya pikir ini juga taktik menunda-nunda. Sejauh ini, kami belum diberi daftar alternatif,” kata Suhail Shaheen, juru bicara Taliban yang berbasis di Doha dikutip dari laman VOA.

Sebelumnya, seorang sumber pemerintah Afghanistan memberitahu beberapa media, termasuk VOA, bahwa kebuntuan mengenai masalah tahanan telah berakhir dan bahwa Taliban telah menyerahkan daftar alternatif 592 tahanan yang akan dibebaskan.

Penundaan pembebasan 5.000 tahanan Taliban menghambat dimulainya apa yang disebut sebagai perundingan intra-Afghanistan, dengan Taliban di satu pihak serta pemerintah dan para pemangku kepentingan Afghanistan di pihak lainnya. Ini seharusnya akan mendorong penyelesaian politik yang mengakhiri perang puluhan tahun di negara itu.

Taliban dengan tegas menyatakan tidak akan memulai perundingan sampai seluruh tahanan yang masuk daftar mereka telah keluar dari penjara-penjara di Afghanistan.

Hari Senin, pemerintah Afghanistan mengumumkan bahwa 600 tahanan tidak dapat dibebaskan karena latar belakang kriminal mereka dan keikutsertaan mereka dalam aktivitas seperti perampokan bersenjata, pembunuhan dan penyelundupan narkoba.

Sediq Sediqi, juru bicara Presiden Ashraf Ghani, mengatakan, para tahanan tersebut ditangkap karena keterlibatan mereka dalam berbagai aktivitas kriminal dan bukan karena afiliasi mereka dengan Taliban.

Shaheen membantah hal itu dengan mengatakan pemerintah belum memberi bukti apapun mengenai klaim ini.

Baca Artikel Lengkap Taliban Bantah Sepakat Terkait Pertukaran Tahanan ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37269
Pengamat: Ancaman Terorisme Meningkat Selama Pandemi Covid-19 https://damailahindonesiaku.com/pengamat-ancaman-terorisme-meningkat-selama-pandemi-covid-19.html Fri, 10 Jul 2020 06:27:10 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37266
Jakarta – Ancaman terorisme di Indonesia dan beberapa negara, salah satunya Filipina, meningkat selama dunia menghadapi pandemi COVID-19. Hal itu dikatakan pengamat dan peneliti terorisme Noor Huda Ismail saat menjadi narasumber seminar virtual bertajuk Keeping Up the Fight against Terrorism during the COVID-19 Crisis dari lembaga think tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebagaimana …

Baca Artikel Lengkap Pengamat: Ancaman Terorisme Meningkat Selama Pandemi Covid-19 ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Jakarta – Ancaman terorisme di Indonesia dan beberapa negara, salah satunya Filipina, meningkat selama dunia menghadapi pandemi COVID-19. Hal itu dikatakan pengamat dan peneliti terorisme Noor Huda Ismail saat menjadi narasumber seminar virtual bertajuk Keeping Up the Fight against Terrorism during the COVID-19 Crisis dari lembaga think tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebagaimana disiarkan langsung via Youtube, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan adanya pandemi tidak menghilangkan berbagai ancaman terorisme, khususnya terkait dengan isu pemulangan bekas anggota ISIS asal Indonesia di luar negeri dan residivis teroris di dalam negeri.

“Kita masih menghadapi bom waktu terkait kemungkinan pemulangan bekas petempur asal Indonesia yang saat ini berada di kamp pengungsi, begitu juga dengan mobilisasi orang Indonesia di wilayah selatan Filipina, Afghanistan, dan negara lainnya,” terang Noor Huda, pendiri Institute for International Peace Buildng Indonesia.

Ia menjelaskan Indonesia tidak dapat bekerja sendiri untuk mencegah dan menanggulangi ancaman terorisme tersebut, karena para pelakunya membangun jejaring dengan organisasi garis keras dari luar negeri. “Isu ini membutuhkan kerja sama di tingkat kawasan dan dunia,” tambah Noor Huda.

Sementara itu, pengamat terorisme asal Filipina, Rommel C. Banlaoi mengatakan momen pandemi dimanfaatkan sejumlah organisasi garis keras untuk meningkatkan propagandanya serta mencari anggota baru lewat dunia maya.

“Organisasi garis keras itu memanfaatkan kesulitan ekonomi saat pandemi untuk merekrut anggota baru,” terang Rommel, kepala The

Tidak hanya itu, beberapa organisasi garis keras di Filipina juga memanfaatkan situasi pandemi untuk meluncurkan serangan. “Pandemi COVID-19 jelas mempengaruhi kemampuan otoritas penegak hukum (di Filipina, red) karena fokus mereka terpecah antara menegakkan aturan karantina dan melakukan pencegahan serta penanggulangan terorisme,” jelas Rommel.

Setidaknya ada dua kelompok pemberontak yang saat ini dihadapi Filipina, yaitu barisan komunis dan organisasi dari kalangan Muslim.

“Organisasi dari kalangan Muslim ini cukup rumit karena banyak kelompok yang beroperasi, ada yang terafiliasi dengan ISIS, ada yang bukan bagian dari ISIS, ada juga kelompok yang membantu pemerintah menciptakan perdamaian di wilayah konflik,” terang dia.

Baca Artikel Lengkap Pengamat: Ancaman Terorisme Meningkat Selama Pandemi Covid-19 ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37266
Cegah Terorisme di Tengah Pandemi Covid-19, BNPT Rancang MoU Internasional https://damailahindonesiaku.com/cegah-terorisme-di-tengah-pandemi-covid-19-bnpt-rancang-mou-internasional.html Fri, 10 Jul 2020 06:12:01 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37263
Jakarta – Pandemi Covid-19 ternyata banyak dimanfaatkan kelompok-kelompok terorisme untuk merancang dan melakukan aksinya. Terbukti, selama wabah Corona, terjadi beberapa aksi terorisme di Tanah Air. Fakta itulah yang membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga terus bergerak membuat langkah-langkah penanggulangannya. Salah satunya merancan beberapa kerjasama dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pencegahan terorisme di negara-negara lain …

Baca Artikel Lengkap Cegah Terorisme di Tengah Pandemi Covid-19, BNPT Rancang MoU Internasional ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Jakarta – Pandemi Covid-19 ternyata banyak dimanfaatkan kelompok-kelompok terorisme untuk merancang dan melakukan aksinya. Terbukti, selama wabah Corona, terjadi beberapa aksi terorisme di Tanah Air.

Fakta itulah yang membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga terus bergerak membuat langkah-langkah penanggulangannya. Salah satunya merancan beberapa kerjasama dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pencegahan terorisme di negara-negara lain di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol i Boy Rafli Amar menjelaskan kerja sama yang dikehendaki Indonesia terkait dengan peningkatan kapasitas, pertukaran informasi, serta penyusunan program bersama untuk penanggulangan terorisme.

“Yang penting intinya adalah semangat kerja sama internasional. Ini yang harus kita jaga dalam melawan terorisme,” terang Komjen Boy pada sesi seminar virtual bertajuk Keeping Up the Fight against Terrorism during the COVID-19 Crisis dari lembaga think tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebagaimana disiarkan langsung via Youtube, Kamis (9/7/2020).

Namun Boy tidak menjelaskan lebih lanjut negara mana saja yang akan diajak untuk bekerja sama, serta tahapan perundingannya untuk penandatanganan MoU. Ia hanya mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa pertemuan virtual guna mewujudkan rencana tersebut.

Baca Artikel Lengkap Cegah Terorisme di Tengah Pandemi Covid-19, BNPT Rancang MoU Internasional ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37263
Dituduh PBB Dukung Teroris, AS Meradang Dinyatakan Langgar Hukum Internasional https://damailahindonesiaku.com/dituduh-pbb-dukung-teroris-as-meradang-dinyatakan-langgar-hukum-internasional.html Fri, 10 Jul 2020 06:09:10 +0000 http://damailahindonesiaku.com/?p=37260
Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dibawah pimpinan Presiden Donald Trump kian berani menentang lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kali ini AS mengecam temuan PBB yang menyatakan serangan pesawat tak berawak hingga menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani melanggar hukum internasional. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus berkilah serangan itu merupakan tindakan membela diri. “Suatu …

Baca Artikel Lengkap Dituduh PBB Dukung Teroris, AS Meradang Dinyatakan Langgar Hukum Internasional ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>

Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dibawah pimpinan Presiden Donald Trump kian berani menentang lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kali ini AS mengecam temuan PBB yang menyatakan serangan pesawat tak berawak hingga menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani melanggar hukum internasional.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus berkilah serangan itu merupakan tindakan membela diri.

“Suatu ketidakjujuran intelektual mengeluarkan laporan yang mengecam Amerika Serikat karena bertindak membela diri sambil menghapus masa lalu Jenderal Soleimani yang terkenal sebagai salah satu teroris paling mematikan di dunia,” kata Ortagus, Rabu (8/7/2020), seperti dikutip dari AFP.

Menurut Ortagus laporan tersebut sangat tendensius dan melemahkan hak asasi manusia dengan mendukung para teroris.

“Dan Itu membuktikan sekali lagi mengapa Amerika harus meninggalkan Dewan Hak Asasi Manusia PBB,” kata dia.

Pelapor khusus PBB untuk tindakan di luar pengadilan Agnes Callamard, menyimpulkan pembunuhan komandan Korps Garda Revolusi (IRGC) Mayor Jenderal Qasem Soleimani pada Januari lalu, melanggar piagam PBB.

“AS tidak memberikan bukti bahwa serangan terhadap kepentingan mereka sedang direncanakan,” tulis Callamard dalam laporan.

“Soleimani bertanggung jawab atas strategi militer Iran, dan tindakan di Suriah serta Irak. Tetapi tidak ada ancaman langsung terhadap kehidupan, sehingga tindakan yang diambil AS itu melanggar hukum,” tulisnya.

Dia akan mempresentasikan temuannya ke Dewan Hak Asasi Manusia pada Kamis (9/7/2020) waktu setempat. AS sendiri telah keluar dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia pada 2018.

Akhir Juni lalu Iran mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden AS Donald Trump terkait serangan pesawat tak berawak yang menewaskan Soleimani.

AS membunuh Qasem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan pesawat tak berawak di dekat Bandara Baghdad.

Serangan itu dikhawatirkan memicu perang terbuka antara AS dan Iran. Teheran bersumpah membalas kematian Soleimani dengan beberapa kali meluncurkan belasan roket dan rudal ke sejumlah basis militer dan keduataan AS di Irak.

Namun, hujan rudal dan roket itu meleset tanpa menyebabkan kerusakan dan korban yang berarti dari pihak AS. Terakhir kekhawatiran terjadi perang terbuka antara AS-Iran sedikit mereda setelah Trump menyatakan mundur dari konflik.

Beberapa waktu lalu Iran mengatakan akan melakukan eksekusi mati terhadap seorang pria yang divonis karena menjadi mata-mata untuk membantu AS dan Israel. Pria bernama Mahmoud Mousavi Majd itu diduga membantu AS dan Israel melancarkan misi membunuh Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu.

Baca Artikel Lengkap Dituduh PBB Dukung Teroris, AS Meradang Dinyatakan Langgar Hukum Internasional ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

]]>
Damailah Indonesiaku 37260