Beranda / Berita / Kegiatan / Edukasi Bagi Perempuan untuk Mencegah Terlibat Terorisme

Edukasi Bagi Perempuan untuk Mencegah Terlibat Terorisme

Tanjung Pinang – Dalam kasus terorisme perempuan bisa menjadi pelaku sekaligus korban atas kejahatan tersebut. Untuk menghindari keduanya, edukasi terhadap kelompok perempuan harus diperkuat.

Demikian kesimpulan yang didapat dari kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau di Tanjung Pinang, Kamis (16/5/2019).

Sekretaris FKPT Kepulauan Riau, Indra Syah Putra, pada sambutan pembukaan mewakili Ketua FKPT mengatakan, tren kasus terorisme terbaru menunjukkan peningkatan perempuan dalam aksi terorisme. Jika dalam kasus terorisme sebelumnya perempuan merupakan simpatisan, di beberapa kasus terbaru sudha tercatat menjadi pelaku utama.

“Tapi di saat bersamaan perempuan sebenarnya juga menjadi korban. Korban dalam artian orang yang menanggung akibat atas aksi terorisme, sekaligus korban yang menanggung beban karena keterlibatan suami dan orang-orang terdekatnya di jaringan pelaku terorisme,” ungkap Indra.

BNPT dan FKPT, lanjut Indra, ingin memberikan edukasi ke kelompok perempuan, sehingga perempuan tidak lagi menjadi pelaku sekaligus korban dari aksi terorisme.

“Melalui kegiatan ini BNPT dan FKPT ingin mendorong perempuan menjadi agen perdamaian dan toleransi. Harapannya, ke depan perempuan mampu membentengi diri dan lingkungannya dari pengaruh paham radikal terorisme,” urai Indra.

Dalam sambutannya tak lupa Indra juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas pelaksanaan kegiatan di Kepulauan Riau. Sebagai provinsi dengan karakteristik kepulauan, daerahnya dianggap memiliki potensi untuk penyebarluasan paham radikal terorisme. “Dengan demikian, tujuan pencegahan terorisme tidak akan terpusat haya di pusat, melainkan juga tersebar hingga ke daerah-daerah, sehingga langkah pencegahan mencapai keberhasilan yang masif,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kepulauan Riau, Misni, di kesempatan yang sama mengakui adanya korelasi antara keterlibatan perempuan dengan aksi terorisme. Perempuan diakuinya memiliki peran strategis dalam mencegah tersebarluaskannya paham radikal terorisme.

“Isu-isu sensitif menjadi santapan kaum ibu-ibu dalam kesehariannya, dan ini menjadikan mereka rentan terpapar paham radikal terorisme. Akan tetapi perempuan juga memiliki kemampuan berjejaring yang kuat, sehingga apabila mampu dikelola dengan baik akan jadi pendorong dalam keterlibatan di upaya pencegahan,” kata Misni.

Untuk menopang jalannya edukasi tentang paham radikal terorisme kepada kelompok perempuan di Tanjung Pinang, BNPT dan FKPT Kepulauan Riau telah menyiapkan sejumlah pemateri berkompeten. DI antaranya dari The Asian Moslem Action Network (AMAN).

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Perangkat Desa di Jatim Diberikan Pemahaman Bahaya Internet dalam Terorisme

Sidoarjo – BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Selasa (16/7/2019), menggelar kegiatan …