Dua Bom Ganda Hantam Bandara di Kolombia, Pelakunya Teroris

Bogota – Serangan bom ganda menghantam Bandara Internasional Camilo Daza, yang terletak di kota Cucuta, Kolombia, dekat perbatasan dengan Venezuela, Selasa (14/12/2021). Pemerintah Kolombia mengungkapkan serangan itu dilakukan oleh kelompok teroris.

Menurut badan penyiar Caracol, ledakan besar menghantam bandara secara berturutan. Laporan tersebut menunjukkan seorang pria dengan bahan peledak telah terlihat di dekat jalur lepas landas.

“Ledakan itu telah mendorong penangguhan penerbangan di bandara dan menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan,” papar laporan itu, dilansir Sputnik pada Selasa (14/12/2021).

Menurut Gubernur Norte de Santander Silvano Serrano, ada dua tersangka yang memasuki bandara, dan salah satunya meninggalkan bahan peledak di sana. Dia menambahkan bahwa beberapa petugas yang mencoba menjinakkan bom tewas akibat ledakan itu.

Pemerintah Kolombia telah menetapkan serangan bom kembar di bandara kota Cucuta, yang menewaskan dua petugas polisi, sebagai serangan teroris . Hal itudiumumkanlangsung oleh Presiden Kolombia Ivan Duque.

“Kami menolak serangan teroris pengecut yang terjadi di kota Cucuta,” tulis Duque di Twitter seperti disitir dari Russia Today, Rabu (15/12/2021).

Ia menambahkan bahwa militer dan polisi melakukan segalanya untuk melacak mereka yang bertanggung jawab.

Bandara Internasional Camilo Daza, di ibu kota Departemen Norte de Santander timur laut, dilanda dua ledakan pada Selasa pagi waktu setempat.

Ledakan pertama terjadi pada pagi hari ketika tersangka pelaku mencoba membawa bom ke lapangan bandara dengan memanjat pagar. Perangkat itu diyakini meledak sebelum waktunya dan membunuh tersangka.

Perangkat kedua meledak satu jam kemudian ketika regu penjinak bom tiba di lokasi dan mulai menyisir daerah itu. Bom itu dilaporkan disembunyikan di dalam tas, dengan ledakan yang menewaskan dua petugas.

Pada bulan Juni, sebuah helikopter yang membawa Duque dan beberapa pejabat tinggi Kolombia ditembaki oleh penyerang tak dikenal tidak jauh dari bandara Camilo Daza. Pesawat mengalami beberapa kerusakan, tetapi dapat dengan aman mencapai lapangan terbang di Cucuta.

Beberapa kelompok gerilya anti-pemerintah, termasuk sisa-sisa faksi pemberontak FARC, saat ini beroperasi di Norte de Santander.