DPRD Kalteng akan Bentuk Perda Tangkal Paham Radikalisme

Palangka Raya – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kalteng, Duwel Rawing mengungkapkan pihaknya di DPRD akan membentuk perda sebagai upaya mencegah paham radikalisme.

“Saat ini rancangannya dalam tahap pembahasan. Jadi, perda ini nanti gunanya untuk menangkal masuknya paham radikalisme dari kelompok ekstrim khususnya ke Kalteng yang akan mengancam kesatuan bangsa,” kata Duwel dalam keterangannya, Selasa (21/6).

Dia menjelaskan, perda ini sangat penting ada dan dibentuk supaya Bumi Tambun Bungai khususnya dapat terjaga dari berbagai dampak negatif dari paham radikalisme yang sangat membahayakan serta dapat menghancurkan kesatuan anak bangsa.

“Terutama di Kalteng, kita disini sudah dalam keadaan damai dan memiliki tingkat toleransi tinggi, ini yang harus kita jaga. Tentu kita khawatir masuknya paham radikalisme yang memandang orang yang berbeda sebagai musuh dapat merusak kesatuan itu,” jelasnya.

Ditegaskannya bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat secara utuh telah mengakui Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan pilar bangsa, selain daripada itu tidak ada lagi.

“Indonesia sebagai negara yang besar serta memiliki penduduk dengan suku dan agama yang berbeda telah sepakat sejak awa mengakui Pancasila sebagai dasar negara, artinya boleh berbeda tapi tetap satu. Jangan sampai ini dirusak oleh paham-paham yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.

Oleh karema itu sambung dia, jangan sampai ada kelompok yang mengingkari segala bentuk kesepakatan tentang kebersamaan antar anak bangsa, sehingga negeri ini tetap menjadi bangsa yang kokoh dan kuat di mata setiap negara di dunia.

“Sebab dari lahir kita sudah berbeda, maka yang paling penting yaitu kita sama-sama saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Kita juga harus bersama-sama membesarkan nama Indonesia agar dapat dikenal dunia dari berbagai aspek,” imbuhnya