Diisukan Meninggal, Pemimpin Al Qaeda Al Zawahiri Muncul di Video Kecam Larangan Jilbab di India

Islamabad – Sempat diisukan meninggal dunia, pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, kini muncul dalam video yang dirilis kelompok teroris itu.

Media Al-Qaeda, As-Sahab merilis video pria yang dijuluki ‘Jenderal Emir’ itu yakni membacakan puisi memuji seorang mahasiswi Muslimah di India yang bersikeras menolak untuk melepas jilbabnya.

Dikutip dari Sputnik, Rabu (6/4). Dalam video yang berdurasi sekitar 9 menit itu, Zawahiri mendesak Muslim India untuk merespons penindasan dan gerakan anti-Islam serta mengecam pemerintah India. Bukan hanya itu, Zawahiri juga mengecam pemerintah Pakistan dan Bangladesh yang dituduh menjadi sekutu negara Barat.

Tak diketahui kapan rekaman video itu diambil, termasuk waktunya. Namun kemunculan Zawahiri diyakini para pakar bukan sekadar untuk membuktikan bahwa dia masih hidup, melainkan ingin menunjukkan apa target Al Qaeda selanjutnya.

Ketegangan atas pelarangan cadar dan jilbab di institusi pendidikan Negara Bagian Karnatakan, India, memanas sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan politisi partai berkuasa berhaluan Hindu nasionalis Bharatiya Janata Party (BJP) ingin aturan ini juga diterapkan secara nasional. Larangan penggunaan simbol keagamaan bermula pada Januari 2021 di sekolah umum Distrik Udupi, Karnataka.

Larangan tersebut memicu demonstrasi dari para pelajar dan masyarakat Muslim penjuru India yang dilawan oleh kelompok pemuda Hindu.

Dalam video, tidak ada indikasi jelas mengenai lokasi Zawahiri. Ia terlihat memakai pakaian tradisional di samping sebuah poster yang memuji “perempuan terhormat asal India.”

Kemunculan video terbaru memunculkan kekhawatiran masih adanya al-Qaeda di Afghanistan. Video itu juga memicu kekhawatiran atas komitmen Taliban, yang berjanji akan memerangi grup-grup teroris di Afghanistan.

Zawahiri mengambil alih kepemimpinan al-Qaeda usai kematian Osama bin Laden di tahun 2011. Osama bin Laden tewas dalam penyerbuan pasukan Amerika Serikat di suatu lokasi di Pakistan.