Diculik ISIS, Perwira Polisi Irak Ditemukan Terbunuh

Diculik ISIS, Perwira Polisi Irak Ditemukan Terbunuh

Baghdad – Seorang perwira polisi di Irak dibunuh kelompok ISIS. Sebelum dibunuh, perwira polisi tersebut diculik ISIS sekitar dua minggu lalu saat berburu dengan teman-temannya di wilayah Hamrin Irak.

“Salah satu rekan berburunya ditemukan tewas tertembak, sementara yang kedua yang telah disiksa kemudian meninggal karena luka-lukanya,” kata seorang sumber keamanan seperti dilansir dari AFP, Kamis (30/12/2021).

Kelompok ISIS telah merilis foto-foto yang menunjukkan tubuh Kolonel Yasser al-Jourani dipenggal. Pemberontakan ISIS diketahui terus mengganggu upaya untuk memulihkan stabilitas di Irak, yang dirusak oleh perang dan kerusuhan selama bertahun-tahun.

Juru bicara Kepala Angkatan Bersenjata Irak mengatakan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi telah memerintahkan agar upaya keamanan terhadap pasukan ISIS ditingkatkan.

“Kami akan mengejar teroris untuk mencapai keadilan dan pembalasan bagi para martir kami,” ucap juru bicara panglima militer.

Selama beberapa hari terakhir pasukan keamanan mengumumkan operasi skala besar di wilayah Pegunungan Hamrin. Operasi militer Irak dan serangan udara menewaskan lima agen Daesh, akronim bahasa Arab untuk IS, yang mengarah pada penemuan beberapa tembolok teroris yang berisi bom dan senjata.

“Dua mayat dari dua orang yang diculik ditemukan,” ujarnya, tanpa menyebut nama para korban.

ISIS menyerbu sebagian besar Irak utara dan barat dalam serangan ringan pada tahun 2014 sebelum akhirnya menyerah pada serangan balik oleh pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan AS pada tahun 2017.

Hari ini, menurut laporan PBB yang diterbitkan awal tahun ini, ISIS mempertahankan sebagian besar kehadiran klandestin di Irak dan Suriah dan melakukan pemberontakan berkelanjutan di kedua sisi perbatasan. Di kedua negara, ISIS diyakini mempertahankan sekitar 10.000 pejuang aktif.

Serangan besar terakhir yang diklaim oleh IS di Irak menargetkan pasar di lingkungan Syiah Baghdad di Kota Sadr pada Juli dan menewaskan sekitar 30 orang.