Beranda / Berita / Densus 88 Amankan 25 Terduga Teroris di Kalteng, Empat Di Antaranya Perempuan
Bedakan atau tempat kost yang digerebek Densus 88 Antiteror di Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalteng

Densus 88 Amankan 25 Terduga Teroris di Kalteng, Empat Di Antaranya Perempuan

Palangka Raya – Sebanyak 25 terduga teroris diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di dua lokasi yakni Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Dari Palangka Raya diamankan sebanyak 15 orang dan dari Kabupaten Gunung Mas sebanyak 10 orang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalteng Agus Pramono mengatakan, untuk 15 terduga teroris yang ditangkap di Palangka Raya terdiri dari enam laki-laki, empat perempuan dan lima anak-anak. Sementara untuk 10 terduga teroris yang diringkus di Gunung Mas ia tak menjabarkan.

“Ke-25 terduga teroris yang diamankan disinyalir masuk jaringan teroris Uzla. Mereka belum lama berada di wilayah Kalteng,” ujar Agus Pramono di Palangka Raya sebagaimana disitat Antara, Selasa (11/6).

“Kita juga terus membangun koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya,” tambahnya.

Baca juga : Empat Terduga Teroris Diciduk Densus 88 di Dua Lokasi Berbeda di Bekasi

Dilanjutkannya, pascapenangkapan ini pihaknya lebih mengingatkan semua pihak, untuk lebih waspada dan berhati-hati guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Terlebih saat ini masih dalam suasana Lebaran, di mana biasanya pada arus balik banyak warga pendatang baru dari luar Kalteng yang akan datang dan mengadu nasibnya untuk mengais rezeki.

Tingginya animo warga pendatang yang ingin ke Kalteng, lanjut Agus, harus menjadi perhatian dari semua pihak. Terutama untuk masing-masing pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait di wilayah setempat.

“Galakkan pengawasan kepada masyarakat dan kondisi di lingkungan sekitar, terlebih pada saat arus balik Lebaran. Sehingga dapat dicegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dengan memanfaatkan momen itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terorisme dan radikalisme merupakan dua hal yang harus diwaspadai dan diantisipasi, sebab membahayakan persatuan dan kesatuan, termasuk keamanan dan ketertiban.

Selain itu, agar efektif dan efisiennya pengamanan lingkungan, seharusnya dilakukan dari tingkat yang paling bawah. Mulai dengan mengaktifkan kembali kegiatan jaga malam oleh warga di setiap lingkungan dan memaksimalkan peran ataupun fungsi dari ketua rukun tetangga.

Tentang HP HP

Baca Juga

BNPT-LPSK Gelar Audiensi dan Koordinasi Pelayanan Hak-hak Korban Terorisme

Sentul – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menggelar …