Bupati Sigi Sebut Radikalisme Tidak Terkait Dengan Agama Apapun

Sigi – Bupati Sigi Mohamad Irwan mengemukakan radikalisme dan terorisme tidak terkait dengan agama karena agama tidak mengajarkan pemeluknya untuk melakukan kekerasan.

“Radikalisme dan terorisme menjadi musuh bersama semua agama dan pemeluk agama,” ucap Mohamad Irwan dalam kegiatan lokakarya pelibatan pemuda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme dengan nasehat kebangsaan bertajuk “ekspresi Indonesia muda”, diselenggarakan oleh BNPT kerja sama FKPT Sulteng, di Sigi, Kamis (4/7).

Ia menambahkan radikalisme dan terorisme, bukan menjadi musuh agama tertentu, melainkan musuh semua komponen bangsa.

Dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, kata Irwan, sangat penting dilakukan pendekatan soft atau lunak dengan berbagai program peningkatan kapasitas dan pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan

“Dengan membangun sinergi multi pihak agar program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pencegahan radikalisme efektif dalam implementasinya,” ujarnya.

Irwan mengatakan Pemkab Sigi mengarusutamakan pencegahan radikalisme dan terorisme dalam pembangunan daerah melalui program “Sigi Religi” sebagai upaya pemberdayaan umat beragama melalui pendekatan agama.

Ia menambahkan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Program Sigi Religi yang meliputi ‘Sigi Berzikir’ untuk Muslim dan ‘Sigi Beribadah’ untuk non Muslim.

“Salah satu tujuan program ini untuk meningkatkan kerukunan umat beragama, serta meningkatkan kapasitas umat beragama,” ujarnya.

Sementara itu Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Kolonel Laut Setyo Pranowo menegaskan kejahatan radikalisme dan terorisme tidak terkait dengan semua agama di Tanah Air.

“Karena semua agama mengajarkan kedamaian kepada umatnya. Jadi, persoalan terorisme merupakan persoalan bersama semua komponen bangsa,” ujarnya.

Radikalisme dan terorisme, sebut dia, merusak stabilitas negara terutama dari sisi ekonomi, sosial dan budaya, keamanan.

Oleh karena itu pihaknya mengajak kepada semua generasi muda di Provinsi Sulteng, khususnya di Kabupaten Sigi untuk membuat konten kreatif tentang keindonesiaan, dengan tema ekspresi Indonesia muda.