(Foto: Ilustrasi/Screenshot video ISIS)

Bukan Afghanistan, AS Waspadai Ancaman Teroris dari 4 Negara

Washington – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Avril Haines menyebutkan Afghanistan tak lagi jadi ancaman utama AS dalam memerangi terorisme. Ia menilai ancaman teror yang lebih besar muncul dari Somalia, Yaman, Suriah, dan Irak, khususnya ISIS.

“Di negara asal, ancaman sekarang dari kelompok teroris. Kami tidak menempatkan Afghanistan dalam daftar teratas,” kata Haines, dikutip CNN, Senin (13/8).

“Apa yang kami pantau adalah Yaman, Somalia, Suriah, dan Irak untuk ISIS. Di situlah kami melihat ancaman terbesar.”

Penilaian ini muncul mengingat salah satu kelompok terorisme, ISIS, masih beroperasi di Suriah dan Irak, meskipun kelompok itu telah dilumpuhkan oleh kehadiran militer AS di kedua negara. Sementara itu, cabang kelompok Al-Qaeda yang berbasis di Yaman sempat mencoba menyerang AS.

Di Somalia, AS secara teratur melakukan serangan kontraterorisme terhadap Al-Shabaab, yang pada awal 2020 menyerang fasilitas AS di Kenya dan menewaskan seorang tentara AS dan dua kontraktor AS.

Haines mengungkapkan bahwa fokus kelompoknya saat ini adalah memantau setiap kemungkinan pemulihan organisasi teroris di Afghanistan. Ia juga menyampaikan, badan intelijen AS sedang membuat indikator-indikator untuk menilai kebangkitan kelompok terorisme di Afghanistan.

“Kami memiliki data yang cukup untuk memantau indikator-indikator tersebut sehingga kami dapat memberikan peringatan kepada komunitas kebijakan, kepada operator. Dengan demikian mereka dapat mengambil tindakan jika kami melihatnya,” ujar Haines lagi.

Tak hanya Afghanistan, para pejabat menyatakan bahwa ISIS-K, kelompok yang mengklaim dirinya sebagai dalang pengeboman bandara Kabul beberapa waktu lalu, turut menjadi ancaman bagi AS.

Haines juga mengklaim pergerakan terorisme yang mengancam AS juga semakin berkurang. Ia juga turut memuji pemerintah AS dalam melakukan upaya untuk menurunkan kemampuan kelompok-kelompok teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda.

Sebelumnya, kebangkitan Taliban di Afghanistan membawa kekhawatiran untuk berbagai negara, tak hanya AS. Banyak negara cemas Afghanistan akan tumbuh menjadi tempat pelatihan dan perkembangbiakan kelompok terorisme.