Beranda / Berita / Kegiatan / Budayawan: Guru adalah Arsitek bagi Anak Didik

Budayawan: Guru adalah Arsitek bagi Anak Didik

Yogyakarta – BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Yogyakarta, Kamis (9/5/2019), menggelar kegiatan Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya untuk Menumbuhkan Harmoni di Sekolah, dalam rangka pencegahan penyebarluasan paham radikal terorisme di dunia pendidikan. Ulama sekaligus budayawan kenamaan asal Kotagedhe, K.H. Abdul Muhaimin dihadirkan sebagai pemateri untuk memotivasi para guru peserta kegiatan.

Di hadapan seratusan guru dari tingkat PAUD hingga SMP dan sederajat, Kiai Muhaimin mengawali pemaparannya dengan menyebut guru sebagai arsitek dalam upaya membangun karakter anak didik. Arsitek yang baik akan menghasilkan anak didik yang mampu mengimplementasikan ajaran agama dan budaya tanpa harus mempertentangkannya.

“Karena sejatinya agama dan budaya ada bukan untuk dipertentangkan, tapi dipadukan untuk lahirnya sebuah kehidupan yang harmonis. Kita hidup dalam masyarakat yang sangat beragam kulturnya, sehingga anak-anak harus dikenalkan bagaimana membangun harmoni dalam kehidupannya sedini mungkin,” ungkap Muhaimin.

Baca juga : “Agen Perdamaian”, Cara BNPT Mengedukasi Perempuan tentang Bahaya Terorisme

Kiai yang dikenal kiprahnya di pelbagai tata kelola kehidupan sosial di Yogyakarta tersebut menambahkan, untuk mampu mengemban tugas tersebut setiap guru harus memiliki referensi yang kuat. “Referensi seperti apa yang dibutuhkan? Tentu referensi-referensi yang bersifat positif. Seperti tentang sejarah bangsa ini, tentang kebudayaan, dan tentu ilmu filasafat,” tambahnya.

Dalam paparannya Kiai Muhaimin juga menyampakan pentingnya setiap guru memiliki ras nasionalisme yang kuat, menguasai etnisitas, serta rasa religiusitas, yang semuanya harus dipadukan ketika diajarkan ke anak didik. Dia lantas menyitir sebuah ayat dalam al-Quran yang berarti mulianya anak keturunan Nabi Adam, sehingga harus mampu saling memiliakan antarsesama.

“Dari sebuah religiusitas akan menghasilkan sikap humanis yang menjadi inti dari beragama. Pemahaman agama yang baik, ketika dipadukan dengan pengetahuan tentang kebudayaan, akan menjadikan harmoni indah dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Muhaimin.

Ketua FKPT Yogyakarta, Mukhtasyar Syamsuddin, dalam sambutan pembukaan kegiatan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penelitian untuk memetakan potensi penyebarluasan paham radikal terorisme di Yogyakarta, khususnya di sektor pendidikan. Hasilnya, dia menyebut dibutuhkan sifat yang lebih peduli dari kalangan pendidik untuk mampu membentengi semakin tersebarluaskannya paham radikal terorisme. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

BNPT: Agama Mengajarkan Kedamaian, Bukan Membenci

Ternate – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta guru agama dari tingkat PAUD hingga SMP …