BNPT-Uni Eropa Kerja Sama Perkuat Sinergi Penanggulangan Terorisme

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan berbagai upaya dan kolaborasi penanggulangan terorisme, baik dalam lingkup nasional maupun internasional, seperti dengan Uni Eropa (UE).

Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, mengatakan, kolaborasi dengan Uni Eropa salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Indo-Pacific Regional Seminar “Preventing Terrorist Attacks and Fighting Radicalization through better Detections of weak Signals and Information Sharing”

“Kegiatan seminar ini dapat meningkatkan kerja sama dalam penanggulangan terorisme yang selama ini telah dibangun antara Indonesia dengan Uni Eropa,” kata Kepala BNPT dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Seminar ini dibuka oleh Boy Rafli Amar dan, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket. Sedangkan jalannya seminar dipimpin (co-chair) oleh Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto dan EU Counter Terrorism/Security-Expert to South East Asia, Marc Vierstraete-Verlinde.

Seminar dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Bangladesh, Filipina, Indonesia, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Maladewa, Singapura, Srilanka, Thailand. Selain itu, pertemuan juga melibatkan perwakilan dari Civil Society Organizations, organisasi internasional dan juga sejumlah pakar dari Uni Eropa.

Menurut Kepala BNPT, diskusi yang digelar pada seminar ini memiliki peran penting karena merupakan salah satu implementasi dari European Union Counter Terrorism – Preventing and Countering Violent Extremism (EU CT, -P/CVE) Action Plan for Indonesia and the Region 2021 – 2024.

Hal ini dinilai sejalan dengan prioritas Indonesia dalam memperkuat upaya penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

“Tema yang diambil dalam seminar ini berfokus pada tiga isu utama, yaitu community policing (polmas), teknologi dalam penanggulangan terorisme; dan informasi terpusat pada kawasan Indo-Pasifik,” imbuhnya.

Seminar ini membahas pemutakhiran data dan informasi, pemolisian masyarakat dan juga tantangan dalam menghadapi era disrupsi dan teknologi media digital (media sosial).

Selain diisi dengan seminar, pertemuan ini juga menjajaki peluang dibentuknya suatu mekanisme berbagi informasi melalui suatu platform berbasis teknologi informasi terintegrasi yakni Indo-Pacific Operations Model, yang memiliki konsep seperti Indonesia Knowledge Hub on CT/VE (I-KHUB).

“Beberapa hal dibahas dimana hal ini sangat relevan dalam memperluas pengetahuan dan pemahaman kita dalam penanggulangan terorisme,” jelasnya.