Beranda / Berita / Kegiatan / BNPT: Tidak Ada Teroris Berusia Tua

BNPT: Tidak Ada Teroris Berusia Tua

Minahasa Utara – Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mengingatkan generasi muda di Sulawesi Utara akan potensi keterekrutan ke dalam jaringan pelaku terorisme. Berdasarkan data di lapangan, Andi menyebut tidak ada pelaku terorisme berusia tua.

Demikian disampaikan Andi Intang saat membuka kegiatan dialog film dalam rangka pencegahan terorisme dengan melibatkan pelajar SMA dan sederajat di Minahasa Utara, Kamis (9/5/2019). Di kegiatan ini peserta diajak menyaksikan film dokumenter ‘Damai dalam Kardus’ yang menggambarkan pentingnya merawat toleransi.

“Jika kalian melihat di pemberitaan pelaku terorisme sudah tua, itu karena mereka sudah lama dipenjara. Pada saat mereka mulai bergabung dan melakukan aksinya, rata-rata mereka berusia muda,” ungkap Andi Intang.

Baca juga : Mereduksi Radikal Terorisme di Sulawesi Utara lewat Video

Andi Intang menyebut penting menginformasikan perihal usia pelaku terorisme ini, mengingat generasi muda merupakan sasaran utama perekruran. Terlebih di tengah kemajuan teknologi saat ini, pemanfaatannya ibarat dua sisi mata uang yang memiliki dampak positif dan negatif. “Generasi muda identik dengan teknologi. Apabila tidak berhati-hati, teknologi akan menjadikan generasi muda terseret masuk ke dalam jaringan pelaku terorisme,” tambahnya.

Atas dasar itulah BNPT bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar kegiatan Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme melalui metode lomba video pendek dan diskusi film.

“Untuk di Sulawesi Utara tahun ini kegiatan dipisatkan di Minahasa Utara. Tahun lalu di Tomohon, dan sebelumnya di Manado. Memang kami belum bisa menjangkau seluruh pelajar yang ada, tapi kami berharap ikhtiar ini mampu membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal terorisme,” jelas Andi Intang.

Menutup sambutannya Andi Intang menyampaikan pesan pentingnya generasi muda memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif. Dia menilai pemuda yang maju adalah yang mampu berfikir positif, mampu membedakan setiap informasi yang diterimanya melalui media sosial, dan mau berkiprah dalam setiap upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua FKPT Sulawesi Utara, James Clay Tulangow, di kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kehadiran peserta, yang disebutnya sebagai bukti keikutsertaan generasi muda Sulawesi Utara dalam pencegahan terorisme. James juga meyakinkan generasi muda untuk terus ikut dalam pencegahan terorisme, karena sifat kejahatan itu yang sangat berbahaya.

“Jika ada yang mengatakan terorisme adalah rekayasa, jangan pernah percaya. Terorisme merupakan hal nyata yang dipicu oleh sikap intoleran. Oleh karena itu mari terus merawat toleransi yang ada di Sulawesi Utara agar terorisme tidak merongrong kehidupan kita,” pungkas James. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

BNPT: Agama Mengajarkan Kedamaian, Bukan Membenci

Ternate – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta guru agama dari tingkat PAUD hingga SMP …