Beranda / Berita / Kegiatan / BNPT Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pengurus Rumah Ibadah Dengan Aparat Daerah

BNPT Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pengurus Rumah Ibadah Dengan Aparat Daerah

Yogyakarta – Koordinasi dan kolaborasi antara pengurus rumah ibadah dengan aparat daerah dalam program pengamanan rumah ibadah dari ancaman terorisme adalah hal yang wajib dilakukan, demi terciptanya rasa aman bagi umat saat beribadah.

Hal itu disampaikan Kasubdit Pengamanan Lingkungan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kol. (Czi) Rahmat Suhendro dalam kegiatan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengamanan Pura dan Vihara dalam Menghadapi Ancaman Terorisme bertempat di Hotel Harper Mangkubumi, Yogyakarta, Kamis (8/8/19).

“Pengurus rumah ibadah , aparat keamanan dan pemerintah daerah harus berkoordinasi, diadakan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan umat beribadah. Ketika masyarakat melakukan ibadah dan tidak merasakan was-was, disitulah keberhasilan kita” ungkapnya.

Dengan itu menurut Rahmat dibutuhkan SOP yang mengatur proses pengamanan rumah ibadah, lingkungan sekitar rumah ibadah serta tata cara koordinasi antar pihak terkait.

Baca juga : Pemuka Agama Hindu dan Buddha Apresiasi BNPT Siapkan SOP Pengamanan Pura dan Vihara dari Ancaman Terorisme

“SOP ini perlu, agar jelas, karna kalau kita lihat di rumah-rumah ibadah, di Pura dan Vihara yang sebelumnya kita kunjungi, ada yang belum memiliki SOP, tidak tahu mekanisme pengamanan bagaimana” ungkapnya.

Rahmat pun menjelaskan SOP yang disosialisasikan ini merupakan SOP induk, dimana nantinya di kegiatan ini akan dirumuskan lagi SOP-SOP internal dari masing-masing rumah ibadah, sehingga masing-masing pengurus bisa menyesuaikan dengan keadaan mereka masing-masing.

“SOP ini SOP Induk, rujukan untuk bapak-ibu, turunannya seperti apa, disesuaikan nanti dengan kebutuhan bapak dan ibu masing-masing, nanti kita garap dan rumuskan disini, karna masing-masing rumah ibadah berbeda, baik lingkungan, dan sarananya, tapi rujukannya tetap sama” ungkapnya.

Selain itu Rahmat juga menekankan pentingnya peran masyarakat sekitar dalam membantu program pengamanan lingkungan rumah ibadah, para pengurus rumah ibadah diharuskan menggandeng masyarakat sekitar, karena masyrakat sekitar lah yang tahu keadaan lingkungan di sekitar rumah ibadah.

“Peran masyarakat ini juga sangat penting, sudahkan bapak dan ibu menggandeng masyarakat disekitar? Karena merekalah orang pertama yang akan memberikan informasi jika ada kejadian mencurigakan disekitarnya, tugasnya pengelola dan pengurus dalam menggandeng, gandeng juga Babinsa dan BabinKamtibmas nya” ungkapnya.

Rahmat menambahkan, pengarapan SOP ini sudah dimulai dari tahun 2016, dimana sebelumnya telah disosialisasikan SOP untuk rumah ibadah umat Kristen, Katolik dan Islam, tahun ini BNPT mensosialisasikan untuk rumah ibadah umat Buddha dan Hindu.

“Perlu kami sampaikan SOP yang dibuat BNPT ini patut acungi jempol, dari tahun 2016 itu BNPT sudah membuat SOP tempat ibadah Kristen, Katolik dan islam, itu sudah dilaksanakan dan disosialisasikan. Hari ini ita sosialisasi agama Buddha dan Hindu” tutupnya.

Dalam kegiatan ini hadir pula Kasubdit Kelembagaan Dirjen Bimas Buddha, Kementerian Agama, Karsan S.Ag. M.Pd , Kasubdit Kelembagaan Dirjen Bimas Hindu, Kementerian Agama, I Putu Suhartama, S.Ag, MM, serta para pengurus Pura dan Vihara dari beberapa kota seperti Medan, Jakarta, Yogyakarta dan Bali, serta aparat daerah terkait seperti Polsek, Kodim, Kesbangpol, dan Pemadam kebakaran.

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Muhammadiyah Siap Bantu BNPT Lindungi NKRI dari Radikalisme dan Ekstremisme

Solo – Muhammadiyah siap membantu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memerangi penyebaran radikalisme dan ekstremisme. …