BNPT Latih 60 Anak Muda Aceh Jadi Duta Damai Dunia Maya

Banda Aceh – Dunia maya menjadi ruang tanpa batas bahkan hampir tanpa kontrol. Tentu saja banyak hal positif dan edukatif yang dapat kita dapatkan dari dunia maya, tetapi tidak bisa pungkiri bahwa banyak juga konten negatif bernuansa provokatif, hasutan, penanaman kebencian (hate speech) hingga ajakan kekerasan dan terorisme tersebar di dunia maya.

Hal itu dikatakan Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Pas Drs. Sujatmiko saat pembukaan kegiatan Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh Melalui Asistensi Bidang Penulisan, Desain Komunikasi Visual, Dan Bidang IT Dalam Rangka Pencegahan Terorisme yang diikuti oleh 60 orang generasi muda pegiat dunia maya di Provinsi Aceh, Selasa, 26 Juli 2022.

“Di sinilah BNPT membentuk duta-duta damai dunia maya sebagai komunitas yang dapat memberikan kontra narasi dan narasi alternatif yang harus lebih kreatif dan inovatif untuk bisa mempengaruhi generasi muda lainnya,” ungkap Sujatmiko.

Sujatmiko mengungkapkan, saat ini yang menjadi bentuk kekhawatiran bersama adalah pemanfaatan internet oleh kelompok ekstremisme kekerasan dan radikal terorisme. Mereka memainkan narasi kebencian, hasutan dan kekerasan dalam berbagai bentuk konten yang variatif.

“Inilah saya kira poin penting mengapa kita berkumpul, menyamakan persepsi, gagasan dan ide dalam kegiatan kali ini untuk berbagi kepekaan, kepedulian, dan kewaspadaan kepada generasi muda tentang bahaya pemanfaatan internet oleh kelompok ekstremisme”, lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa strategi kontra narasi atau pun narasi alternatif harus sejalan dengan kemampuan kelompok ekstremisme dan terorisme dalam memanfaatkan jaringan internet sebagai alat mempromosikan dan mengkampanyekan paham kekerasan.

Untuk itulah, imbuh Sujatmiko, dalam melawan propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya membutuhkan kalangan generasi muda yang cerdas teknologi, visioner, kreatif, inovatif dan cerdas dalam membuat konten di dunia maya.

“Dalam konteks ini, saya ingin mengatakan bahwa melawan propaganda radikalisme dan terorisme di dunia membutuhkan kalangan generasi muda yang cerdas teknologi, visioner, kreatif, inovatif dan cerdas dalam membuat konten di dunia maya,” jelasnya.

Untuk itulah, BNPT membentuk duta-duta damai dunia maya sebagai komunitas yang dapat memberikan kontra narasi dan narasi alternatif yang harus lebih kreatif dan inovatif untuk bisa mempengaruhi generasi muda lainnya.

Sujatmiko berharap melalui kegiatan ini generasi muda secara umum dapat memanfaatkan pengetahuan, teknik, dan strategi yang nantinya akan disampaikan oleh narasumber untuk diimplementasikan dalam bentuk kerja dan karya nyata berupa konten-konten perdamaian.

“Ini merupakan langkah awal kita dalam membangun hubungan strategis antara BNPT melalui Duta Damai Dunia Maya Aceh untuk dapat lebih menyebarkan kebaikan, nilai–nilai kebangsaan, dan rasa kecintaan terhadap Pancasila serta NKRI kepada generasi muda khususnya penerus – penerus bangsa yang ada di Provinsi Aceh,” tutupnya.

Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Aceh berlangsung selama empat hari, 26-29 Juli 2022. Para peserta akan digembleng pembuatan konten tulisan, video, foto, meme, dan cara-cara bermedia sosial. (Jenny HS)