BNPT Lakukan Pendalaman Dana ACT Untuk Kegiatan Terorisme di Luar Negeri

Malang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan pendalaman terkait adanya dugaan dana ACT (Aksi Cepat Tangga) yang mengalir ke kegiatan terorisme di luar negeri.

Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya menempuh kerja sama internasional untuk mencari tahu kebenaran atas dugaan tersebut.

“Jadi siapa dan di negera mana dugaan objek penerima aliran dana ini, kita menempuh kerja sama internasional dengan lembaga-lembaga terkait pada suatu negara yang diduga,” ujar Kepala BNPT usai panen raya jagung di Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (14/7/2022).

Ia mengungkapkan bahwa tujuan pendalaman itu untuk memperjelas data siapa, di mana, dan apakah memang objek penerima dana itu untuk kegiatan terorisme pada suatu negara tertentu.

“Melalui kerja sama internasional ini nanti kita akan mendapatkan gambaran. Apabila memang benar, pasti nantinya akan ada langkah-langkBah hukum yang lebih konkret,” jelasnya.

Kerja sama internasional, menurut Boy, saat ini sedang berjalan dan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum (APH) di masing-masing negara yang dicurigai.

“Objektifnya kita tunggu. Kita perlu waktu untuk bisa berkomunikasi dengan lembaga otoritas di negara masing-masing,” ujarnya.

Boy menyebutkan, langkah kerja sama internasional itu dilakukan atas dasar adanya dugaan dana ACT yang mengalir pada kegiatan terorisme di luar negeri yang ditemukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Data PPATK kami juga menerima. Tapi terkait penyelidikan terkait data itu menjadi otoritas kepolisian. Sedangkan kita hanya berperan dalam mengkoordinasikan dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan terorisme,” pungkasnya.