Bertemu Stafsus Menkumham, Napiter Bom Bali I Beraharap Dapat Remisi

Semarang – Seorang narapidana kasus terorisme di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Abdul Ghoni terus berupaya meminta potongan masa tahanan atau remisi kepada pemerintah pusat.

Bahkan ketika Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Bidang Transformasi Digital, Fajar B.S Lase menemuinya d Lapas Kedungpane, Ghoni secara khusus mengutarakan niatnya agar mendapat remisi dari Presiden Joko Widodo.

“Harapannya Bapak Jokowi segera mengabulkan perubahan pidana karena sudah lebih dari 10 kali saya berikhtiar untuk mengajukan permohonan kepada Bapak Presiden,” kata Ghoni dalam keterangannya Kamis (23/6).

Abdul Ghoni sendiri merupakan narapidana kasus Bom Bali I yang divonis hukuman seumur hidup. Ghoni semula mendekam di Lapas Krobokan Bali sejak 2003 silam.

Meski begitu, Ghoni yang divonis seumur hidup lalu dipindahkan ke Lapas Kedungpane untuk menjalani pidana sampai sekarang.

Di Lapas Kedungpane, Ghoni mengaku tak pernah sekalipun mendapat remisi dari pihak lapas. Saban hari ia memilih menyibukan diri dengan membuat kaligrafi timbul berbahan baku dari kuningan. Ia yang memahami setiap makna ayat Alquran berkata jika setiap baris ayat Alquran bisa dijadikan sebuah kaligrafi yang indah.

Staf Khusus Menkumham Bidang Transformasi Digital Fajar B.S Lase memberi apresiasi atas kemampuan Ghoni yang tekun membuat kaligrafi.

“Bagus dan luar biasa atas kegiatan narapidana di lapas Semarang karena bisa memberikan karya yang positif, khususnya napi teroris,” terangnya.