Awas, Pemikiran Salafi Wahabi Farid Okbah Diadopsi Kelompok Polri Cinta Sunnah

Awas, Pemikiran Salafi Wahabi Farid Okbah Diadopsi Kelompok Polri Cinta Sunnah

Jakarta – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mewanti wanti tentang bahaya paham salafi wahabi yang kini melekat pada kelompok Polri Cinta Sunnah.

Menurutnya, Kelompok Polri Cinta Sunnah adalah organisasi non resmi Polri, secara hukum mereka ilegal dan secara akidah mereka penganut salafi wahabi, dan mereka bukan ahlus sunah waljamaah, walaupun yang mereka teriakan adalah Cinta Sunnah.

“Jumlah mereka dimedsos sudah mencapai ratusan ribu pengikut,” Jelas Ken dikutip dari laman kontraradikal.com, Rabu (17/11/2021).

Ken mengungkapkan, otak kaum salafi wahabi itu made in Arab, walaupun raganya made in Indonesia. Mereka melihat sesuatu hanya dengan ‘kacamata kuda’ dan hitam putih saja, lupa mengkontekskan dalil agama dalam konteks kekinian. Akhirnya mereka kaku dalam bergaul di masyarakat.

“Kelihatan mereka itu kuat dalam beragama, tapi minus ahklak kepada masyarakat dan kepada negara. Mereka juga mudah membidahkan, mensyirikan bahkan mengkafirkan orang lain yang berbeda,” tegas Ken.

Lebih lanjut, Ken mengatakan, kelompok salafi wahabi di Indonesia saat ini memang belum angkat senjata. Tapi mereka pintar bersiasat agar tidak kelihatan aslinya. Mereka saat ini hanya fokus pada ritual ibadah dan bagaimana membenci kearifan lokal serta tradisi Nusantara yang dianggap bid’ah dan syirik oleh mereka.

Perlu dikatahui, lanjut Ken, semua teroris di Indonesia itu berpaham dan berlatar belakang NII dan salafi wahabi. Walaupun salafi wahabi tidak memproduksi teroris, itu karena kacamata kuda dalam beragama yang menghantarkan mereka kehilangan ke Indonesian.

“Bila aparat saja sudah terkontaminasi oleh paham berbahaya salafi wahabi, dan bahkan bukan hanya Polri saja, tapi juga TNI sudah banyak yang terpapar oleh virus mengatasnamakan cinta sunnah ini,” tegas Ken.

“Lalu kepada siapa masyarakat akan mengadu bila pemerintah dan Kapolri selaku pimpinan tertinggi kepolisian juga diam seribu bahasa terhadap fenomena yang membahayakan ini? Apakah menunggu mereka melakukan tindakan teroris dulu lalu akan ditindak seperti Ust Farid Okbah” imbuhnya.