Australia Masukkan Hizbullah Dalam Daftar Organisasi Teroris

Jakarta – Australia memasukkan organisasi yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, ke dalam daftar organisasi teroris pada Rabu (24/11). Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews, mengatakan kelompok itu terus melakukan ancaman dan serangan terorisme.

“Terus mengancam melakukan serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris. Itu bisa memicu ancaman nyata bagi Australia,” kata Andrews seperti dikutip AFP.

Sejauh ini tak ada alasan yang dibeberkan Australia terkait keputusan itu di tengah krisis ekonomi dan gejolak politik yang melanda Lebanon. Sekitar 80 persen dari populasi di Lebanon diperkirakan hidup di bawah angka kemiskinan.

Mantan pejabat keuangan kontra-terorisme AS, Matthew Levitt, mengatakan rencana memasukkan Hizbullah sebagai organisasi teroris sudah lama tertunda.

Pada Juni lalu, ia bersaksi kepada parlemen Australia keputusan mereka menyebut Hizbullah beroperasi sebagai organisasi tunggal dna terstruktur, masih belum cukup.

“Dalam beberapa tahun terakhir rencana memasukkan Hizbullah ke dalam organisasi teroris dan skema keuangan gelap telah melibatkan warga negara Australia dan/atau kegiatan di tanah Australia,” katanya.

Pemerintah Australia kemudian mengumumkan akan memasukkan kelompok itu sebagai kelompok dasar teror.

“Mereka melakukan kekerasan, kelompok rasis neo-Nazi yang disebut agensi keamanan berencana dan mempersiapkan serangan teroris,” ujar Andrew.

Menanggapi tindakan terbaru Canberra, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, berterimakasih kepada Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, atas tindakan tersebut.

“Hizbullah adalah organisasi teror yang didukung Iran di Lebanon yang bertanggung jawab atas banyak serangan di Israel dan dunia sekitar,” ujar Bennet.

Tindakan Australia mungkin berjalan baik di dalam negara itu, menjelang pemilihan umum yang diharapkan tahun depan. Sebelum Pemilu 2018, Morrison membuat kejutan dengan mengakui Yerusalem barat sebagai ibu kota Israel. Ia juga membantu mengamankan suara di Sydney, wilayah yang mana populasi warga Yahudi cukup banyak.

Hizbullah merupakan salah satu partai politik dan bagian kelompok milisi. Mereka menolak melucuti senjata sejak perang sipil berakhir pada 1990. Kelompok itu telah dituduh memicu peperangan sipil Suriah lantaran mengirim ribuan pejuang ke perbatasan untuk menopang kekuasaan Presiden Bashar al- Assad. Pada 2006 lalu, mereka juga berperang melawan Israel.