Beranda / Berita / Aparat Keamanan di Lampung Terus Mewaspadai dan Lakukan Upaya Pencehaan Paham Radikal Terorisme di Masyarakat

Aparat Keamanan di Lampung Terus Mewaspadai dan Lakukan Upaya Pencehaan Paham Radikal Terorisme di Masyarakat

Bandar Lampung – Banyaknya pelaku tindak pidana terorisme yang berasal dari Lampung, membuat seluruh aparat keamanan baik TNI maupun Polri yang berada di wilayah provinsi Lampung terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan untuk mewaspadai dalam upaya menangkal penyebaran paham radikal terorisme agar tidak menyebar lebih luas di masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan beberapa peserta dari unsur TNI-Polri seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Antar Aparat Penegak Hukum dalam Penanganan Tindak Pidana Terorisme di Provinsi Lampung yang diadakan Subdit Hubungan Antar Lembaga Aparat Penegak Hukum pada Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) di Kedeputian II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT di Novotel Hotel & Resor, Bandar Lampung, Kamis (18/7/2019).

“Saya kira cegah itu adalah suatu hal yang paling penting demikian juga dengan deteksi dini. Bicara internal Polri khususnya Polresta Bandar Lampung, kita terus melakukan pembinaan mental terhadap anggota-anggota kita dengan melaksanakan program Jumat beriman untuk memberikan siraman rohani, pendekatan spiritual kepada Allah SWT,” ujar Kapolres Bandar Lampung, Kombes Pol Wirdo Nefisco, S.Ik, M.Si usai rapat tersebut.

Hal tersebut menurut mantan Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Banten ini agar para anggota personel Polresta Bandar Lampung dapat memahami pemahaman agama yang komprehensif “Ini agar para anggota tidak mudah terpapar oleh paham-pahama radikal tersebut,” ujar alumni Akpol tahun 1994 ini.

Tak hanya di lingkungan Polresta Bandar Lampung, menurutnya, pihaknya juga melakukan langkah-langkah preventif dengan melakukan penyuluhan penyuluhan, pembinaan ke berbagai elemen masyarakat mengenai apa itu terorisme termasuk apa dampaknya khususnya terhadap daerah dan nasional yang tentunya terhadap keamanan negara Indonesia secara keseluruhan.

“Sehingga kita berharap serum atau antibodi ini kita letakkan dulu kepada elemen masyarakat untuk bisa memiliki daya tangkal yang kuat terkait dengan pengaruh-pengaruh itu, sehingga elemen masyarakat tidak terpengaruh dalam hal sepak terjang dan pengaruh teroris yang berkembang. Ini sangat penting, karena kecepatan memahami situasi dan bergerak duluan itu yang saya kira penting sebelum dia menjadi pelaku.,” tutur mantan Wakil Direktur Intelkam Polda Gorontalo ini.

Untuk itu pihaknya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada BNPT yang telah menggelar Rakor tersebut karena banyak manfaat yang diperoleh jajaran Polres di provinsi Lampung. Karena terorisme ini adalah masalah yang sangat serius dan harus disikapi secara bersama antar seluruh aparat yang ada di Lampung

“Saya kira ini konteksnya positif sehingga kita dapat memahami gambaran secara komprehensif, terkait dinamika perkembangan yang teraktual baik secara nasional kemudian yang ada di wilayah kita.Yang paling penting segera mungkin untuk dilakukan koordinasi lagi dan tindak lanjut yang tidak hanya jangka pendek tapi terus menenrus dan berkesinambungan,” ujar mantan Kapolres Tojo Una-una Poda Sulawesi Tengah ini mengakhiri.

Hal senada juga diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0424/Tanggamus, Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, S.IP, yang mengatakan bahwa selama ini pihaknya juga telah mengantisipasi agar paham tersebut idak menyebar ke masyarakat dengan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan

“Kami masuk ke seluruh sekolah-sekolah untuk menjelaskan tentang Pancasila, tentang pluralisme, tentang Indonesia itu seperti apa. Harapannya bahwa dengan pemahaman dan pengertian bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural dengan segala macam budayanya, dengan segala macam kekayaannya dan dengan Pancasilanya,” ujar alumni Akmil tahun 1999 ini

Karena dengan memahami Pancasila yang menjadi dasar utama ideologi bangsa secara utuh, maka hal tersebut dirasa dapat membentengi anak-anak muda khususnya di tingkat SD, SMP, SMA untuk tidak terpapar paham radikalisme yang dapat menjurus kepada aksi terorisme. “Karena itu merupakan pondasi utama yang harus ditanamkan kepada geneasi muda kita dari sejak dini,” ucapnya.

Terkait dengan Rakor tersebut, pria yang juga pernah manjabat sebagai Pabandya Proggar Staf Perencanaan Kostrad ini mengatakan bahwa Rakor tersebut merupkan hal yang sangat baik sekali untuk pelaksanaan kegiatan pencegahan.

“Dengan Rakor ini maka kita perlu saling memantau kemudian juga saling bekerja sama satu dengan lainnya sehingga proses pelaksanaan kegiatan penanganan terorisme bisa berjalan dengan baik di Indonesia ini. sehingga nanti kita bisa bekerjasama secara terbuka dimana kami bergerak di atas secara tertutup melalui intelijen, sementara BNPT bergerak di bawah, sehingga ada kerjasama yang baik nantinya,” ujar mantan Komandan Batalyon Arhanud 1/Purwa Bajra Cakti Divisi Infanteri 1 Kostrad ini mengakhiri.

Sementara itu Perwira Staf Operasi (Pasops) Brigif 4 Marinir/BS, Letkol Mar. Isna Muhsin Abdilah, SE, M.Tr.(Han) yang turut hadir dalam rakor tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya juga terus berusaha memberikan pembekalan kepada kaum generasi muda agar tidak mudah terpapar paham radikal terorisme ini.

“Apalagi dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat kami memberikan pembinaan kepada masyarakat sekitar khususnya kaum remaja agar mereka tidak terpengaruh ataupun mereka tetap NKRI,” ujar mantan Komandan Detaseman Markas-Markas Komando Korps Marinir (Dandenma Mako Kormar) ini

Untuk itu mantan Komandan Yonif 6 Marinir/Nanggala ini berharap BNPT terus melanjutkan rapat koordinasi seperti ini di wilayah lainnya sehingga para aparat keamanan dan penegak hukum dan sebagainya dapat menerima informasi yang akurat mengenai terorisme yang ada di Indonesia

“Kami sangat bangga dan salut kepada BNPT yang telah mengadakan rakor ini termasuk menerima arahan yang sangat bagus tentang penindakan terorisme di Indonesia khusunya di Lampung. Ini agar terorsime ini tidak berkembang di Indonesia,” kata mantan Danyonmarhanlan IV Tanjungpinang ini mengakhiri.

Tentang Noor Irawan

Alumni fakultas Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur ini lama meliput kegiatan militer di Indonesia. Saat ini juga ikut tergabung di tim PMD dalam Satgas Pencegahan BNPT

Baca Juga

Pria Toronto yang Mencoba Gabung ISIS Bebas dari Penjara

Ontario – Seorang pria asal Toronto, Kanada, Pamir Hakimzadah yang mencoba bergabung dengan ISIS telah …