Beranda / Berita / Ancaman Terorisme di Lampung Tinggi, Aparat Setempat Harus Bersinergi dan Tingkatkan Kemampuan dalam Menghadapi Ancaman Terorisme

Ancaman Terorisme di Lampung Tinggi, Aparat Setempat Harus Bersinergi dan Tingkatkan Kemampuan dalam Menghadapi Ancaman Terorisme

Bandar Lampung- Besarnya ancaman tindak pidana terorisme di provinsi Lampung membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merasa perlu untuk menggelar Apel Kesiapsiagaan Nasional dari Ancaman Terorisme di wilayah Provisni Lampung.

Hal tersebut dikatakan Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol. Drs. Budiono Sandi, M.Hum, pada acara Apel Kesiapsiagaan Nasional dari Ancaman Terorisme di wilayah Provisni Lampung yang dgelar oleh Subdit Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis pada Direktorat Penindakan BNPT, di Mako Satuan Brimob Polda Lampung, Kamis (11/7/2019).

“Cukup besar ancaman terorisme di Lampung ini. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Kepala Satguan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Densus 88/Anti Teror daerah Sumbangsel tadi dalam paparanya bahwa jaringan teror yang ada di Lampung baik yang berafiliasi ke Al Qedah yaitu Jamaah Islamiyah (JI) maupun yang berafiliasi ke ISIS yaitu Jamaah Anshorut Daulah (JAD) itu sama-sama cukup banyak di Lampung in,” ujar Deputi II BNPT, Irjen Pol. Budiono Sandi pada acara Apel tersebut.

Kepada seluruh peserta Apel, Deputi II menjelakan bahwa beberapa bulan yang lalu dunia dikejutkan oleh aksi terorisme yang menyerang negara Srilanka. Seluruh dunia mengutuk kejadian tersebut. Namun bangsa Indonesia hendaknya dapat mengambil pelajaran bahwa tidak ada satu tempat-pun yang aman dari ancaman aksi terorisme.

Untuk itulah mantan Direktur Bilateral BNPT ini mengatakan bahwa tujuan digelarnya Apel Kesiapsigaan Nasional ini karena pihaknya ingin agar aparat-aparat TNI, Polri dan Pemerintah Daerah juga memiliki kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman terorisme.

“Kita tahu bahwa aparat-aparat di daerah juga memiliki kemampuan untuk itu, namun perlu selalu diasah dan dikoordinasikan. Sehingga ketika ada ancaman nyata dari teroris maka mereka-mereeka yang di daerah sudah bisa menghadapinya, Jadi tidak harus menunggu aparat dari pusat,” kata mantan Wakil Kepala Detasemen Khusus (Wakadensus) 88/Anti Teror Polri ini

Untuk itulah menurut Jenderal berpangkat bintang dua kelahiran Purwakarta, 2 April 1963 ini perlunya kesiapsiagaan dan penanganan krisis untuk mempersiapkan dan menyiagakan pasukan yang baik dalam menghadapi ancaman terorisme. Karena BNPT sendiri meyakini bahwa penanggulangan terorisme harus dilakukan bersama-sama antara TNI-Polri dan juga pemerintah daerah.

“Kita disini semua tentunya memiliki keinginann yang sama yaitu Indonesia yang damai. Jangan ada ego sektoral di masing-masing instansi, saya tidak ingin mendengar suara yang mengatakan ‘Saya TNI, kamu Polri’, ‘Ini tugas Polisi, bukan TNI’ atau ‘Ini wewenang Polri, TNI, bukan Pemerintah daerah’. Jangan !! Untuk itu dengan Apel Kesiapsiagaan ini semoga dapat meningkatkan sinergitas antar aparat yang berada di wilayah provinsi Lampung dalam mengantisipasi ancaman aksi terorisme,” ujar mantan Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Metro Jaya (PMJ) ini.

Lebih lanjut alumni Akpol tahun 1987 ini menjelaskan, beberapa waktu lalu bangsa Indonesia saat ini telah selesai melaksanakan Pemilu 2019 yang dikabarkan paling kompleks di dunia karena mendapat sorotan pemberitaan luas dari dunia internasional. Panggung pemilu ini juga berpotensi digunakan oleh kelompok-kelompok radikal terorisme untuk melaksanakan aksinya agar teror yang mereka lakukan mendapatkan pemberitaan dan gaung yang luas ke seluruh dunia. Dan beruntung selama pelaksanaan Pemlitu tersebut bangsa Indonesia terbebas dari aksi terorisme.

Namun demikian mantan mantan Analis Kebijakan Madya bidang Keamanan Negara Baintelkam Polri ini
meminta kepada para aparat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan terhadap informasi sekecil apapun yang dapat berpontensi terjadinya aksi terorisme.

“Saya ingatkan untuk tetap waspada dan jangan lengah, Saya berharap kita mampu bersinergi, bahu-membahu untuk meminimalisir sekecil mungkin peluang bagi kelompok radikal atau kelompok teroris tersebut untuk melaksanakan aksinya di Indonesia. Karena dalam menghadapi terorisme, kita harus bisa bersatu untuk Indonesia damai,” ujar yang pernah menjadi Dirintelkam Polda Lampung ini.

Untuk itulah dirinya berpesan kepada peserta apel untuk dapat menjaga kondisi wilayah Lampung yang sudah aman ini. Selain itu Deputi II juga sangat mengharapakan terpeliharanya kesiapsiagaan dari seluruh instansi di wilayah provinsi Lampung agar tidak lengah sedikitpun.

“Sekali kalian lengah disana terdapat celah. dan pelaku teror dapat memanfaatkan celah sekecil apapun untuk melakukan kejahatannya. Kalian berdiri disini di depan Gubernur, Kapolda, Danrem, dan semua pimpinan di provinsi Lampung. Mereka semua menyaksikan kesiapsiagaan kalian, menyaksikan kemampuan kalian, dan juga kekompakan kalian,” kata mantan Kapolres Nganjuk ini.

Menurutnya ancaman teroris itu bukanlah ancaman terhadap salah satu instansi. Karena ancaman teroris itu bisa menimpa di tempat mana saja dan terhadap siapa saja. “Sehingga pennaggulangan yang efektif adalah sinergitas semua kelembagaan untuk kita bersama-sama menanggulangi terorisme,’ ujar pria yang juga pernah menjadi Kapolres Sumenep ini.

Uhntuk itu menurutnya Apel Kesiapsiagaan nasional antar institusi ini akan digelar secara ruting di berbagai provinsi. “Kita bergilir, kebetulan sekarang di Lampung. Minggu depan di Pontianak kemudian di bulan yang akan datang kita menggelar acara serupa di Yogyakarta. Jadi secara bergantian,” tuturnya mengakhiri..

Sebelum palaksanaan apel ini dimulai, para pejabat yang hadir berkesempatan untuk melihat penampilan demostrasi operasi penanggulangan teror dan pembebasan sandera yang dilakukan gabungan pasukan TNI, Polri dan juga dari Pemeritah Kota Bandar Lampung

Pejabat setempat yang turut menyaksikan dan meninjau Apel Kesiapsiagaan Nasional tersebut yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra, Irwan Sihar Marpaung yang mewakili Gubernur Lampung, Kabinda provinsi Lampung Brigjen TNI Drs. Ignasius Wahyu Hadi Prasetyo dan Komandan Satuan Brimob Polda Lampung, Kombes Pol. Donyar Kusumadji, SIK.

Selain itu tampak hadir pula pejabat perwakilan dari Korem 043/Garuda Hitam, Brigif 4/Marinir, Lanal Lampung Lanud Pangeran M. Bunyamin serta jajaran Muspida provinsi Lampung dan kota Bandar Lampung.

Tentang Noor Irawan

Alumni fakultas Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur ini lama meliput kegiatan militer di Indonesia. Saat ini juga ikut tergabung di tim PMD dalam Satgas Pencegahan BNPT

Baca Juga

BNPT Gelar Rakor Antar Aparat Penegak Hukum di Lampung untuk Sinergikan Penanganan Terorisme

Bandar Lampung – Ancaman terorisme masih menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia. Tak …