Beranda / Berita / Kegiatan / “Agen Perdamaian”, Cara BNPT Mengedukasi Perempuan tentang Bahaya Terorisme

“Agen Perdamaian”, Cara BNPT Mengedukasi Perempuan tentang Bahaya Terorisme

Mataram – BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/5/2019), menggelar kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Mengangkat tema ‘Perempuan Agen Perdamaian’, kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi ke kelompok perempuan tentang bahaya terorisme.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Astoria, Mataram, dengan menghadirkan seratusan perempuan dari berbagai elemen dan kelompok di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pencegahan BNPT. Brigadir Jenderal (Pol). Hamli, dan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Ahmad Syafi’i.

“Kami ingin memberikan pemahaman terhadap kaum perempuan terkait bahaya terorisme, hingga mengajak perempuan untuk secara aktif berpatisipasi dalam pencegahan paham radikal dan terorisme dalam masayarakat serta lingkungan, terutama keluarganya,” ungkap Anggota
Satuan Tugas Pencegahan Terorisme BNPT, Ida Isnani.

Baca juga : BNPT: Tidak Ada Teroris Berusia Tua

Ida menambahkan, BNPT dan FKPT terpanggil untuk meningkatkan intensitas pelibatan perempuan setelah melihat fakta terjadinya tren peningkatan perempuan dalam aksi-aksi terorisme. Kejadian bom di Sri Langka, Sibolga, dan Surabaya disebut sebagai contoh bahwa perempuan saat ini bukan hanya sebagai simpatisan di jaringan pelaku.

“Satu sisi pelaku sekarang sudah menjadi pelaku, tapi di sisi lainnya perempuan juga menjadi korban. Kami ingin dua-dua bisa direduksi, tidak ada lagi perempuan menjadi pelaku dan tidak ada juga yang menjadi korban,” urai Ida.

Terkait kegiatan yang dilakukan, Ida menjelaskan, melalui agen perdamaian kelompok perempuan akan diajak untuk mengenali apa itu terorisme, bagaimana mengidentifikasi pelakunya, dan cara-cara untuk mencegahnya. Untuk menopang semua tujuan tersebut, BNPT dan FKPT telah menyiapkan sejumlah pemateri yang berkompeten.

“Di Mataram kami hadirkan pemateri dari The Asian Moslem Action Network dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ujar Ida.

Ketua Bidang Perempuan dan Anak FKPT Nusa Tenggara Barat, Endang Susilowati, mengatakan pelibatan ini dilaksanakan juga sebagai pilihan setelah melihat vitalnya peran perempuan dalam menjaga keharmonisan hubungan dalam bermasyarakat. Dia mengajak peserta kegiatan untuk seksama menyerap seluruh materi, dan menyebarluaskannya kembali untuk bersama-sama menjadikan Nusa Tenggara Barat ke depan semakin aman.

“Terutama dalam lingkungan keluarga, seorang itu harus mampu menjadi benteng bagi dirinya dan keluarganya. Karenanya pembekalan ini dilaksanakan agar keluarga-keluarga di NTB terbebas dari potensi paham radikal terorisme,” ujar Endang. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

BNPT: Agama Mengajarkan Kedamaian, Bukan Membenci

Ternate – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta guru agama dari tingkat PAUD hingga SMP …