50 Orang Tewas Dalam Serangan Teroris di Burkina Faso

Burkina Faso – Gubernur Hubert Yameogo Wilayah Timur Burkina Faso, pada Kamis (26/5/2022), melaporkan serangan kelompok bersenjata yang menewaskan 50 orang di hari sebelumnya. Serangan tersebut menargetkan penduduk komune pedesaan Madjoari.

Sejauh ini, kelompok bersenjata yang diduga melakukan serangan adalah kelompok militan yang memiliki afiliasi dengan ISIS dan Al-Qaeda. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok tersebut telah menguasai sebagian wilayah Burkina Faso dan meluaskan ekspansinya ke negara tetangga di Togo dan Benin.

Serangan terbaru, yang menewaskan sekitar 50 orang di komune pedesaan Madjoari, sejauh ini adalah angka sementara. Kemungkinan jumlah korban sebenarnya bisa lebih tinggi dari angka tersebut.

Dikutip dari Reuters, gubernur Hubert Yameogo mengatakan, para korban adalah warga sipil yang sedang melakukan perjalanan ke sebuah kota di komune terdekat Pama. Wilayah itu berdekatan dengan perbatasan Benin dan Togo.

Sejauh ini tidak segera jelas siapa yang bertanggung jawab dalam serangan. Tapi keamanan wilayah itu selama beberapa tahun terakhir telah dirusak oleh kelompok militan jaringan ISIS dan Al-Qaeda.

Perjalanan yang dilakukan para korban adalah bagian dari upaya melarikan diri karena pasokan makanan telah habis setelah mendapatkan blokade. Mereka yang selamat berhasil menceritakan insiden mengerikan tersebut.

“Orang-orang itu dicegat dan dieksekusi oleh para teroris. Semua yang mati adalah laki-laki,” kata salah satu korban selamat, dilansir France24.

Gubernur Hubert Yameogo menjelaskan bahwa saat ini operasi keamanan sedang berlangsung untuk memulihkan situasi.

Burkina Faso telah diguncang serangan militan sejak 2015 lalu. Ribuan orang tewas dan sekitar 1,8 juta orang terpaksa mengungsi ke wilayah yang aman dari ancaman tersebut.

Kelompok bersenjata yang telah mengacau di Burkina Faso kerap memberikan ancaman yang sangat mematikan. Sebelum serangan pada Rabu, di pertengahan bulan ini, kelompok bersenjata melancarkan tiga serangan secara simultan di daerah yang berbeda.