389 Warga di Aceh yang Diduga Terpapar Radikalisme JI Ikrar Setia kepada NKRI

Aceh – Beberapa waktu lalu, Densus 88 Antiteror menangkap belasan terduga teroris di Aceh Tamiang. Terbaru 389 warga Aceh Tamiang yang terpapar radikalisme mengucapkan janji dan sumpah setia kembali ke NKRI. Mereka terpapar radikalisme kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin, mengatakan, usai kasus penangkapan kelompok teroris jaringan JI di Aceh Tamiang oleh tim Densus 88, masyarakat yang diduga ikut terpapar kini sudah dibaiat kembali.

“Acara Baiat dan ikrar setia kepada NKRI oleh anggota Jemaah Islamiyah (JI) Kabupaten Aceh Tamiang, dalam rangka mengembalikan penerapan paham ideologi Pancasila kepada masyarakat yang terindikasi terpapar paham radikal,” kata Insyafuddin saat pengucapan sumpah setia kembali ke NKRI di aula sidang Paripurna DPRK Aceh Tamiang, Kamis (11/8/2022).

389 warga Aceh Tamiang yang mengikuti acara ikrar tersebut berasal dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Karang Baru, Rantau, dan Kejuruan Muda. Diharapkan setelah mengikuti ikrar itu, semoga mereka tetap berpaham dan berideologi Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI.

“Juga sebagai penanda dari perubahan sebelumnya, sehingga tidak terpengaruh kembali ke paham radikalisme,” ucapnya.

Insyafuddin, menyebut, pengucapan ikrar itu dinilai penting dan diyakini dapat memupuk kembali rasa persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa yang sepenuh hati mengikrarkan kesetiaan kepada NKRI.

“Saat ini konflik yang berbasis isu keagamaan masih sesekali terjadi diakibatkan menajamnya perbedaan penafsiran, hingga konflik yang diakibatkan oleh adanya sikap intoleransi, ekstremisme, radikalisme, hingga terorisme,” katanya.

Karena itu, Insyafuddin berharap ke depannya perlu peran tokoh agama dalam melakukan pencegahan terhadap masuknya paham radikalisme di dalam masyarakat.

“Kemudian dengan adanya kegiatan baiat dan ikrar cinta NKRI, dapat menumbuhkan semangat dan kesatuan bangsa guna mengantisipasi berkembangnya paham radikalisme di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, mengatakan, sejumlah warga yang mengikuti acara ikrar tersebut terdiri dari masyarakat umum, santri dan guru pesantren.

Hal itu diketahui setelah pihaknya turun ke lapangan melakukan pengecekan pasca tertangkapnya terduga teroris beberapa waktu lalu.

Sebelumnya tim Densus 88 menangkap koordinator teroris wilayah Aceh ISA (37). Ia merupakan kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang juga seorang ketua Forum Ketua Pimpinan Pesantren (FKPP) Sumbagut Wilayah Aceh Tamiang.

“Yang ikut melepas baiat dan mengucapkan ikrar, sekitar 100 orang adalah santri beserta guru pesantren dan selebihnya masyarakat umum,” katanya.